KabarDermayu.com – Upaya penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu terus digencarkan hingga ke level desa, salah satunya melalui pendampingan langsung kepada para petani. Peran aparat kewilayahan, khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa), menjadi garda terdepan dalam mendukung kelancaran kegiatan pertanian, termasuk dalam proses panen padi.
Pada hari Senin, 20 April 2026, Serka Castra dari anggota Koramil 1613/Terisi, terlibat aktif dalam kegiatan pendampingan pertanian. Fokus kegiatan tersebut adalah proses panen padi jenis Kebo yang merupakan bagian dari musim tanam pertama (MT I) tahun 2026.
Lokasi panen bertempat di lahan milik Ibu Sarini, seorang petani di Blok Plosokerep, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Lahan seluas kurang lebih 200 bata ini merupakan salah satu area yang produktif di wilayah tersebut.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan panen ini bukan sekadar simbolis. Mereka turut terlibat langsung di lapangan, mendampingi para petani. Hal ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap sektor pertanian yang memegang peranan penting sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.
Pendampingan yang diberikan Babinsa bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar terus berupaya meningkatkan hasil produksi pertanian mereka. Padi jenis Kebo yang sedang dipanen dikenal memiliki potensi hasil yang baik, namun membutuhkan pengelolaan yang optimal sejak awal penanaman hingga masa panen tiba.
Serka Castra menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan bagian integral dari tugas pembinaan teritorial. Tujuannya adalah untuk membantu para petani dalam rangka peningkatan produktivitas lahan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka.
Ia menambahkan, “Kami hadir untuk mendampingi petani mulai dari masa tanam hingga panen, agar hasil yang diperoleh bisa maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.” Pernyataan ini menegaskan komitmen aparat kewilayahan dalam mendukung sektor pangan nasional.
Baca juga di sini: Ketua IWOI Indramayu Desak Transparansi Kepala SMKN 1 Kandanghaur
Lebih lanjut, Serka Castra mengemukakan bahwa keberhasilan panen dipengaruhi oleh berbagai faktor krusial. Faktor-faktor tersebut meliputi kondisi cuaca yang mendukung, perawatan tanaman yang baik, serta pengendalian hama yang efektif. Oleh karena itu, pendampingan yang dilakukan secara rutin menjadi sangat penting untuk memastikan setiap tahapan dalam siklus pertanian berjalan sesuai harapan.
Selain membantu secara fisik dalam proses panen, Babinsa juga aktif melakukan dialog dengan para petani. Percakapan ini mencakup diskusi mengenai hasil produksi yang diperoleh, kendala-kendala yang mungkin dihadapi selama proses pertanian, serta identifikasi kebutuhan yang diperlukan untuk menghadapi musim tanam berikutnya. Komunikasi dua arah ini menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi dari petani sekaligus mencari solusi bersama atas permasalahan yang ada.
Para petani di Desa Plosokerep menyambut baik kehadiran Babinsa dalam kegiatan panen ini. Mereka merasa mendapatkan bantuan yang berarti, baik dari segi tenaga maupun motivasi. Dukungan ini membuat proses panen dapat berjalan dengan lebih lancar dan efisien.
Kegiatan pendampingan pertanian ini juga merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan hasil panen yang optimal, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi di area persawahan terpantau aman dan kondusif. Proses panen padi berjalan lancar tanpa adanya hambatan berarti. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang baik antara aparat TNI dan masyarakat.
Melalui kegiatan-kegiatan serupa yang berkelanjutan, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat akan semakin menguat, terutama dalam sektor pertanian. Pendampingan yang konsisten dan terarah diharapkan mampu secara signifikan meningkatkan hasil produksi pertanian serta mendorong peningkatan kesejahteraan para petani di wilayah Kabupaten Indramayu.







