Bank Sentral Paling Agresif Jual Emas: Rusia Ungguli Negara Lain

oleh -5 Dilihat
Bank Sentral Paling Agresif Jual Emas: Rusia Ungguli Negara Lain

KabarDermayu.com – Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global, sejumlah bank sentral dunia dilaporkan secara agresif menjual cadangan emas mereka. Negara yang paling menonjol dalam penjualan emas pada tahun 2026 adalah Rusia, diikuti oleh Turki.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai faktor, termasuk tekanan fiskal yang membutuhkan likuiditas tambahan untuk pembiayaan negara. Emas, sebagai aset yang likuid, menjadi pilihan cepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain itu, penjualan emas juga dapat menjadi bagian dari kebijakan domestik untuk menjaga stabilitas ekonomi. Hal ini menunjukkan fleksibilitas emas sebagai instrumen kebijakan, tidak hanya sebagai aset lindung nilai.

Berdasarkan data terbaru dari World Gold Council yang diolah oleh Visual Capitalist, berikut adalah enam bank sentral dunia yang paling aktif menjual cadangan emas mereka sepanjang tahun 2026:

1. Rusia

Bank sentral Rusia menjadi penjual emas terbesar tahun ini. Tekanan fiskal akibat belanja perang dan sanksi ekonomi Barat menjadi pemicu utama. Pembekuan aset senilai US$300 miliar pada tahun 2022 juga mengubah strategi pengelolaan devisa global Rusia.

Rusia dilaporkan menjual sekitar 15,6 ton emas untuk menambah likuiditas negara di tengah tekanan ekonomi yang dihadapi.

Baca juga: Mulan Jameela Akui Pernah Dikhianati Berkali-kali, Akun Instagram Ahmad Dhani Hilang

2. Turki

Turki menempati posisi kedua dengan menjual cadangan emas sebanyak 8,1 ton, setengah dari jumlah yang dijual Rusia. Pemerintah Turki melakukan langkah ini sebagai bagian dari kebijakan stabilisasi ekonomi domestik.

Penjualan emas ini bertujuan untuk menjaga nilai tukar lira dan mengendalikan tingginya permintaan emas di dalam negeri.

3. Bulgaria

Bulgaria turut menjual emas dalam jumlah signifikan, yaitu 1,9 ton. Langkah ini diduga berkaitan dengan kebutuhan penyesuaian cadangan dan menjaga stabilitas fiskal negara tersebut.

4. Kyrgyzstan

Negara di Asia Tengah ini mengurangi cadangan emasnya sebanyak 1,1 ton. Alasan penjualan emas oleh Kyrgyzstan disinyalir untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan penyeimbangan portofolio devisa.

5. Belarus

Belarus masuk dalam daftar negara dengan penjualan emas terbanyak tahun ini, dengan total 0,1 ton atau setara 100 kg. Jumlah ini mencerminkan tekanan ekonomi yang juga dialami oleh negara tersebut.

6. Meksiko

Serupa dengan Belarus, Meksiko juga menjual 0,1 ton atau 100 kg emas. Jumlah ini merupakan bagian kecil dari total cadangan emasnya, dan penjualan ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan devisa negara tersebut.

Di sisi lain, tren global menunjukkan peningkatan pembelian emas oleh negara-negara seperti China dan Polandia. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap dominasi dolar AS, terutama pasca pembekuan aset Rusia pada tahun 2022.

Emas semakin dipandang sebagai aset strategis karena independensinya dari yurisdiksi negara lain. Namun, kondisi ekonomi internal setiap negara tetap menjadi faktor penentu utama dalam keputusan mereka, apakah akan menimbun atau melepas cadangan emas.