Barcelona Sangat Dekat dengan Gelar Juara, El Clasico Berpotensi Jadi Laga Tanpa Makna bagi Real Madrid

by -9 Views
Barcelona Sangat Dekat dengan Gelar Juara, El Clasico Berpotensi Jadi Laga Tanpa Makna bagi Real Madrid

KabarDermayu.com – Dominasi Barcelona di La Liga musim 2025/2026 semakin tak terbendung, nyaris memastikan gelar juara.

Tim asuhan Hansi Flick ini hanya membutuhkan waktu untuk mengunci gelar, bukan lagi soal kemungkinan.

Kemenangan 2-0 atas Getafe menjadi bukti terbaru keperkasaan Barcelona.

Hasil tersebut membuat Barcelona kini memimpin 11 poin dari rival abadi mereka, Real Madrid.

Dengan hanya lima laga tersisa, peluang Barcelona untuk mempertahankan gelar juara musim ini sangat terbuka lebar.

Ini akan menjadi gelar back-to-back bagi Barcelona, sesuatu yang terakhir kali diraih Real Madrid pada musim 2007/2008.

Artinya, jika tidak ada keajaiban, perebutan trofi La Liga praktis telah usai bahkan sebelum musim resmi berakhir.

Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai nasib El Clasico yang dijadwalkan pada 10 Mei mendatang di Camp Nou yang baru saja direnovasi.

Baca juga di sini: Live Serie A: Genoa vs Como di ANTV

Real Madrid dijadwalkan akan menghadapi Espanyol terlebih dahulu sebelum laga El Clasico.

Jika Madrid mampu memenangkan pertandingan tersebut, peluang juara mereka memang masih terbuka, meskipun sangat tipis.

Namun, skenario yang lebih mungkin terjadi adalah jika Madrid terpeleset dan Barcelona sukses mengalahkan Osasuna.

Dalam kondisi tersebut, jarak poin antara kedua tim akan semakin melebar, dan Barcelona berpotensi mengunci gelar juara lebih cepat.

Jika Barcelona sudah memastikan gelar juara sebelum tanggal 10 Mei, Real Madrid berpotensi harus memberikan penghormatan kepada Barcelona.

Penghormatan tersebut dikenal sebagai *guard of honour* atau *pasillo*, sebuah tradisi di mana tim yang kalah memberi jalan kepada juara sebelum pertandingan dimulai.

Namun, apakah tradisi ini akan benar-benar terjadi masih menjadi pertanyaan.

Hubungan kedua klub, Barcelona dan Real Madrid, memang tidak pernah terjalin dengan baik.

Bahkan, pada musim 2017/2018, Real Madrid pernah menolak untuk memberikan *guard of honour* kepada Barcelona dalam situasi serupa.

Saat itu, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menyatakan bahwa ia bukanlah orang yang berhak memutuskan mengenai pemberian *guard of honour*.

Zidane juga menekankan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan sikap Barcelona sebelumnya yang tidak melakukan hal serupa.

Mengingat hubungan yang masih memanas, ditambah dengan imbas kasus Negreira yang masih bergulir, potensi polemik mengenai *guard of honour* kembali terbuka lebar.

Jika Barcelona sudah resmi menjadi juara sebelum El Clasico, maka pertandingan tersebut berpotensi hanya menjadi laga formalitas.

Tensi perebutan gelar juara akan hilang, menyisakan hanya gengsi di antara kedua tim.

Namun, justru di sinilah letak daya tarik El Clasico: ketika trofi sudah berada di tangan satu tim, rivalitas tetap membara.

Dunia sepak bola akan tetap menantikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam laga paling panas di kancah sepak bola Spanyol tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.