Habib Mahdi Ungkap Kejanggalan Kepergian Syekh Ahmad Al Misry ke Mesir, Singgung Surat Kuasa ke Pablo Benua

by -6 Views
Habib Mahdi Ungkap Kejanggalan Kepergian Syekh Ahmad Al Misry ke Mesir, Singgung Surat Kuasa ke Pablo Benua

KabarDermayu.com – Habib Mahdi Alatas kembali angkat bicara terkait klarifikasi Syekh Ahmad Al Misry mengenai kepergiannya ke Mesir. Sebelumnya, Syekh Ahmad Al Misry membantah tudingan melarikan diri dari proses hukum, dengan menyatakan bahwa kepergiannya ke Mesir murni karena urusan pribadi.

Namun, Habib Mahdi menilai alasan tersebut kurang meyakinkan. Ia menyoroti fakta bahwa Syekh Ahmad Al Misry disebut membuat surat kuasa kepada Pablo Benua sesaat sebelum bertolak ke Mesir. Menurut Habib Mahdi, tindakan ini justru mengindikasikan bahwa Syekh Ahmad Al Misry menyadari adanya masalah hukum yang sedang dihadapi.

“Tahu kok karena tanggal 15 itu sebelum dia terbang, dia baru membuat surat kuasa kepada saudara Pablo ya, Pablo Banua. Nah, dia baru membuat kuasa, artinya dia tahu bahwa ada kasus yang sedang berjalan,” ungkap Habib Mahdi dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, sebagaimana dikutip pada Minggu, 26 April 2026.

Pernyataan Habib Mahdi ini menjadi penting karena ia mengaitkan kepergian Syekh Ahmad Al Misry dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang tengah menjadi sorotan publik. Ia berpendapat, jika memang tidak ada sangkut paut dengan urusan hukum, maka tidak seharusnya ada langkah antisipatif seperti pemberian kuasa hukum menjelang kepergian.

Lebih lanjut, Habib Mahdi juga mengkritisi alasan yang disampaikan oleh pihak Syekh Ahmad Al Misry terkait ketidakhadiran dalam panggilan hukum, yang menyebutkan alasan ibunya akan menjalani operasi pada tanggal 17. Habib Mahdi mengaku memiliki informasi yang berbeda mengenai hal tersebut.

Ia bahkan secara terbuka menantang Syekh Ahmad Al Misry dan tim kuasa hukumnya untuk menyajikan data yang valid mengenai rumah sakit tempat operasi ibunya serta hasil dari tindakan medis tersebut. “Karena operasi terakhir itu diadakan informasi yang sangat-sangat akurat yang saya terima itu pada 5 atau 6 tahun lalu ya, operasi tulang belakang orangtuanya,” jelasnya.

Di sisi lain, Habib Mahdi menegaskan bahwa perjuangannya ini bukanlah upaya untuk menyerang pribadi seseorang. Ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah untuk memperjuangkan nasib para korban yang selama ini memilih untuk bungkam karena merasa tertekan dan takut.

Ia memaparkan bahwa ada korban yang mengalami intimidasi serius. Sebagai contoh, ia menyebutkan adanya kasus seorang santri di Depok yang ibunya didatangi dan diteror pada malam hari, hanya karena anaknya sedang menempuh pendidikan di Kairo. Kondisi seperti inilah yang menurut Habib Mahdi membuat banyak korban enggan untuk bersuara.

Mereka merasa takut, tertekan, dan menganggap kejadian yang dialami sebagai aib yang harus disembunyikan. Oleh karena itu, Habib Mahdi meminta masyarakat untuk melihat persoalan ini secara komprehensif dan tidak hanya terpaku untuk membela satu pihak semata.

“Jadi gak usah ngebelain satu orang terus untuk melupakan nasib korban. Masa depannya korban. Bagaimana mentalnya si korban ingat itu,” tegasnya, seraya menolak tudingan sebagian netizen yang menyebutnya melakukan ghibah. Habib Mahdi berargumen bahwa kasus ini sudah menjadi perhatian publik karena melibatkan banyak orang dan dugaan perbuatan yang terjadi berulang kali.

Baca juga di sini: Klopp Setujui Latih Madrid dengan Syarat Sembilan Pemain Baru

Ia menutup pernyataannya dengan menyatakan bahwa tidak ada keuntungan materi yang ia dapatkan dari langkah yang diambilnya. Sebaliknya, ia merasa telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya demi memperjuangkan keadilan bagi mereka yang merasa tidak berdaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.