KabarDermayu.com – Dinamika pasar emas global memasuki fase konsolidasi pada awal pekan ini, Senin, 10 Agustus 2026. Setelah mencatatkan performa gemilang dengan menembus level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir pada akhir perdagangan pekan lalu, Harga Emas Dunia kini terpantau bergerak stabil di kisaran US$4.339 per ons troi.
Kondisi pasar yang cenderung tenang ini mencerminkan sikap hati-hati para investor di seluruh dunia. Pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan akan keluar dalam waktu dekat. Data tersebut dipandang sebagai indikator krusial yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di masa mendatang.
Stabilitas Harga Emas di Pasar Global dan Domestik
Mengacu pada data Reuters, harga emas spot berada di level US$4.339,59 per ons troi pada pukul 00.17 GMT, Senin, 10 Agustus 2026. Meskipun terlihat datar di awal pekan, logam mulia ini sebenarnya telah mencatatkan kenaikan impresif lebih dari 7 persen sepanjang pekan lalu. Tren positif ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pelemahan, sehingga mengubah proyeksi pasar terkait kebijakan moneter The Fed.
Sejalan dengan pasar global, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di pasar domestik juga menunjukkan ketahanan. Per Minggu, 9 Agustus 2026, harga emas Antam tetap stabil di angka Rp2,69 juta per gram. Sebagai catatan, harga ini masih berada di bawah rekor tertinggi tahun 2026 yang sempat menyentuh angka Rp3,168 juta per gram pada 29 Januari lalu.
Menanti Sinyal Kebijakan The Fed
Pasar saat ini sangat sensitif terhadap data ekonomi AS, terutama angka inflasi yang akan segera diumumkan, yakni Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Data ini akan menjadi kompas bagi investor dalam menebak langkah Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertemuan 15-16 September mendatang.
Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat lalu menunjukkan bahwa ekonomi secara tidak terduga kehilangan lapangan pekerjaan pada Juli, dengan revisi penurunan pada dua bulan sebelumnya. Kondisi ini menekan ekspektasi kenaikan suku bunga, di mana peluang kenaikan suku bunga di bulan September kini diperkirakan di bawah 50 persen.
Perlu dipahami bahwa emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Oleh karena itu, ketika suku bunga acuan ditekan lebih rendah, daya tarik emas sebagai instrumen investasi cenderung meningkat di mata para pelaku pasar.
Daftar Harga Emas Antam per 10 Agustus 2026
Bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi emas batangan, berikut adalah rincian harga dasar emas Antam (sebelum pajak):
- 0,5 gram: Rp1.395.000
- 1 gram: Rp2.690.000
- 2 gram: Rp5.330.000
- 3 gram: Rp7.977.000
- 5 gram: Rp13.265.000
- 10 gram: Rp26.450.000
- 25 gram: Rp65.960.000
- 50 gram: Rp131.755.000
- 100 gram: Rp263.360.000
- 250 gram: Rp658.090.000
- 500 gram: Rp1.315.900.000
- 1.000 gram: Rp2.630.600.000
Memahami Ketentuan Pajak Investasi Emas
Investor yang bertransaksi emas batangan Antam perlu memperhatikan kewajiban pajak yang menyertai. Pemerintah mengatur pengenaan PPh Pasal 22 berdasarkan kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP):
- Pembelian: Pemilik NPWP dikenakan pajak sebesar 0,45 persen, sementara non-NPWP sebesar 0,9 persen.
- Buyback (Penjualan Kembali): Untuk transaksi di atas Rp10 juta, pemegang NPWP dikenakan pajak 1,5 persen dan non-NPWP sebesar 3 persen.
Potongan pajak ini akan langsung dipungut dari total nilai transaksi, dan setiap pembeli akan menerima bukti potong PPh Pasal 22 yang sah. Selain emas, pergerakan di pasar logam mulia lain juga patut dicermati, di mana harga perak spot mengalami kenaikan 0,5 persen ke US$63,85 per ons troi, sementara platinum menguat 0,2 persen ke US$1.748,25 per ons troi. Sebaliknya, palladium mencatatkan penurunan tipis 0,5 persen ke level US$1.371,16 per ons troi.





