Hilirisasi Bahlil: Strategi RI Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

oleh -14 Dilihat
Hilirisasi Bahlil: Strategi RI Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

KabarDermayu.com – Upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia kini memasuki babak baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas menekankan bahwa hilirisasi harus menjadi fondasi utama agar bangsa ini mampu berdaulat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam momentum istimewa, yakni acara Peluncuran dan Bedah Buku bertajuk “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” yang berlangsung di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Dalam forum tersebut, ia menggarisbawahi bahwa hilirisasi bukan sekadar kebijakan ekonomi, melainkan instrumen kedaulatan.

Menata Ulang Paradigma Hilirisasi

Bahlil mengakui bahwa praktik hilirisasi yang berjalan selama ini belum sepenuhnya selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 serta Sila Kelima Pancasila. Menurutnya, ada kesenjangan yang cukup lebar antara aktivitas industri di daerah dengan pemerataan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Karena dulu itu hilirisasi kita belum by design, masih konsepnya tiba saat tiba akal. Yang penting jadi dulu,” ungkap Bahlil saat membedah pemikirannya dalam buku berjudul “Tuan di Negeri Sendiri”.

Ia menyoroti fenomena di mana hilirisasi sering kali hanya memberikan keuntungan bagi pemerintah pusat dan para investor asing. Hal ini terjadi karena kurangnya keterlibatan institusi keuangan domestik dalam membiayai proyek-proyek strategis tersebut, sehingga ketergantungan terhadap modal asing menjadi tak terelakkan.

Belajar dari Negara Maju

Dalam karya tulisnya, Bahlil merujuk pada keberhasilan negara-negara industri seperti Jepang, Korea Selatan, dan China dalam mengelola sumber daya mereka. Kunci sukses negara-negara tersebut terletak pada penguatan kelembagaan yang terintegrasi, sebuah aspek yang ingin ia dorong di Indonesia.

Kabar baiknya, dukungan terhadap agenda ini mulai menunjukkan titik terang melalui peran Danantara. Bahlil menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memahami urgensi kedaulatan ini, sehingga pengelolaan dan pembiayaan hilirisasi kini mulai beralih ke tangan lembaga dalam negeri tersebut.

Apresiasi dari Berbagai Kalangan

Peluncuran sepuluh buku yang ditulis Bahlil selama masa pengabdiannya, mulai dari menjabat Kepala BKPM hingga kursi Menteri ESDM, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting nasional. Presiden Prabowo Subianto turut hadir memberikan apresiasi. Presiden menilai bahwa perjalanan hidup dan sepak terjang Bahlil dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dalam membuktikan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk menjadi pemimpin bangsa.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih. Kehadiran para tokoh ini mencerminkan betapa strategisnya isu hilirisasi dalam agenda pembangunan nasional ke depan.

Poin Penting Agenda Hilirisasi Bahlil:

  • Kedaulatan SDA: Menjadikan hilirisasi sebagai instrumen utama untuk mengelola kekayaan alam secara mandiri.
  • Perubahan Desain: Beralih dari pola “tiba saat tiba akal” menjadi kebijakan yang terencana dan terukur (by design).
  • Kemandirian Finansial: Mengurangi ketergantungan pada investor asing dengan mengoptimalkan peran lembaga pembiayaan dalam negeri seperti Danantara.
  • Keadilan Sosial: Memastikan manfaat hilirisasi tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi berdampak luas hingga ke daerah.

Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya cadangan sumber daya alam. Visi “Tuan di Negeri Sendiri” kini menjadi tantangan nyata yang harus diterjemahkan ke dalam kebijakan operasional yang berpihak pada kepentingan nasional.