Italia Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026: Merasa Tersinggung dan Malu

by -77 Views
Italia Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026: Merasa Tersinggung dan Malu

KabarDermayu.com – Pemerintah dan otoritas olahraga Italia dengan tegas menolak usulan agar tim nasional mereka menggantikan posisi Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, serta Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio.

Menurut kedua pejabat tersebut, kesempatan untuk berlaga di Piala Dunia seharusnya ditentukan murni melalui hasil perjuangan di lapangan, bukan melalui intervensi atau keputusan di luar arena kompetisi.

Luciano Buonfiglio secara spesifik menilai gagasan tersebut tidak pantas dan bahkan dianggap menyinggung prinsip dasar sportivitas. Ia menegaskan bahwa Timnas Italia harus menerima kenyataan pahit setelah gagal lolos ke turnamen akbar tersebut melalui jalur kualifikasi yang sah.

“Pertama, saya tidak berpikir bahwa itu mungkin terjadi. Kedua, saya justru merasa tersinggung. Sebuah tim harus berada dalam kondisi layak untuk tampil di Piala Dunia,” ujarnya, seperti dikutip dari Football Italia pada Sabtu, 25 April 2026.

Pandangan senada diungkapkan oleh Andrea Abodi. Ia menilai bahwa Italia telah kehilangan kesempatan emasnya saat kalah dalam pertandingan kualifikasi. Menurut Abodi, tidaklah pantas bagi sebuah tim untuk bisa tampil di Piala Dunia tanpa melalui proses kualifikasi yang benar dan sah.

“Hal itu tidak layak. Sebuah tim seharusnya lolos di lapangan,” tegas Abodi.

Usulan agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 ini pertama kali datang dari Paolo Zampolli. Zampolli, yang dikenal sebagai utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengaku telah menyampaikan ide tersebut kepada Presiden FIFA Gianni Infantino dan pihak terkait lainnya sebagai opsi cadangan.

Zampolli mengklarifikasi bahwa usulannya bukanlah dorongan politik, melainkan sebuah rencana antisipasi jika Iran batal tampil di Piala Dunia 2026 akibat situasi konflik yang mungkin memanas di Timur Tengah. Ia juga berargumen bahwa Italia memiliki legitimasi historis yang kuat sebagai tim yang pernah empat kali menjuarai Piala Dunia.

“Saya mengonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan presiden FIFA agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” ungkap Zampolli kepada Financial Times.

Namun, penolakan terhadap wacana ini tidak hanya datang dari kalangan olahraga. Sejumlah pejabat Italia lainnya juga turut menyuarakan penolakan mereka. Menteri Ekonomi Italia, Giancarlo Giorgetti, bahkan secara terang-terangan menyebut ide tersebut memalukan.

Sementara itu, pelatih asal Italia, Gianni De Biasi, berpendapat bahwa Italia tidak memerlukan dukungan politik untuk dapat tampil di turnamen besar seperti Piala Dunia. Ia menekankan pentingnya pencapaian melalui jalur yang semestinya.

Di sisi lain, FIFA tetap mempertahankan posisi teguh bahwa Iran berhak tampil di Piala Dunia 2026. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa olahraga seharusnya berdiri terpisah dari ranah politik. Ia memastikan bahwa Iran dipastikan akan berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

“Tim Iran pasti akan datang. Mereka benar-benar ingin bermain, dan mereka harus bermain. Olahraga harus berada di luar politik,” ujar Infantino.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, juga telah memberikan konfirmasi bahwa timnya tetap berkomitmen untuk berlaga sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Iran diketahui telah berhasil lolos secara sah melalui babak kualifikasi di zona Asia, sehingga mereka memiliki hak penuh untuk berpartisipasi.

Baca juga di sini: LavAni Juara Proliga 2026 Usai Taklukkan Bhayangkara Presisi 3-1

Lebih lanjut, jika seandainya terjadi perubahan peserta, regulasi yang berlaku menunjukkan bahwa pengganti Iran seharusnya berasal dari konfederasi yang sama, yaitu Asia, bukan dari benua Eropa.

No More Posts Available.

No more pages to load.