KM Virgo Bergeser 2,9 Km, Basarnas Kaji Opsi Evakuasi hingga Penenggelaman

oleh -10 Dilihat
KM Virgo Bergeser 2,9 Km, Basarnas Kaji Opsi Evakuasi hingga Penenggelaman

KabarDermayu.com – Upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kini menghadapi tantangan teknis yang cukup pelik. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan bahwa posisi bangkai kapal yang terbalik tersebut tidak lagi berada di titik awal, melainkan telah bergeser sejauh 2,9 kilometer atau setara 1,6 mil laut.

Kepala Basarnas (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa pergeseran ini dipicu oleh kondisi fisik kapal yang masih terapung. Adanya sekat-sekat serta ruang kosong di dalam lambung kapal membuat struktur kendaraan air tersebut masih memungkinkan untuk melayang dan bergerak mengikuti arus di bawah permukaan laut.

“Kapal ini masih memiliki ruang kosong di dalamnya, sehingga posisi terbaliknya memungkinkan kapal untuk terus bergeser secara melayang,” ujar Syafii dalam keterangan resminya pada Selasa, 15 September 2026.

Kondisi ini tidak hanya menyulitkan pemetaan lokasi, tetapi juga menciptakan risiko keselamatan bagi tim penyelam. Syafii menegaskan bahwa membuka sekat di dalam kapal yang terbalik dapat memicu perubahan tekanan air yang drastis, yang sangat berbahaya bagi personel yang berada di bawah laut.

Menghadapi kendala tersebut, Basarnas kini tengah mengkaji beberapa langkah strategis untuk memastikan proses pencarian berjalan lebih efektif dan aman. Terdapat tiga opsi utama yang sedang dipertimbangkan secara matang oleh tim di lapangan:

  • Membalikkan posisi kapal: Mengubah posisi kapal dari terbalik menjadi normal agar lebih stabil saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  • Menenggelamkan kapal: Berdasarkan masukan dari TNI Angkatan Laut, menenggelamkan kapal ke dasar laut dianggap sebagai opsi yang lebih aman agar bangkai kapal tidak lagi bergerak, mengingat kedalaman laut di lokasi tersebut hanya sekitar 30 meter.
  • Penarikan bangkai kapal: Melakukan evakuasi atau penarikan kapal dari lokasi saat ini ke titik yang lebih stabil.
  • Proses pengambilan keputusan ini dilakukan dengan sangat hati-hati melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Meski tantangan teknis dan faktor alam seperti cuaca buruk masih membayangi, Basarnas tetap memprioritaskan pencarian korban di permukaan laut dengan harapan menemukan mereka dalam kondisi selamat.

    Sebagai informasi, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut diketahui bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2026, dengan membawa total 243 orang yang terdiri dari penumpang dan kru kapal.

    Hingga Senin, 14 September 2026, data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 114 orang telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam status pencarian intensif. Pemerintah dan tim SAR terus berupaya maksimal untuk memberikan hasil terbaik bagi pihak keluarga korban di tengah situasi yang menantang ini.