Orang Tua Hanya Bisa Akses CCTV Daycare Little Aresha dari Luar Area

by -5 Views
Orang Tua Hanya Bisa Akses CCTV Daycare Little Aresha dari Luar Area

KabarDermayu.com – Kasus dugaan penganiayaan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, kembali mengungkap fakta yang meresahkan. Terungkap bahwa akses CCTV yang disediakan untuk orang tua murid ternyata sangat terbatas, hanya mencakup area luar atau teras.

Artinya, orang tua murid tidak dapat memantau aktivitas anak-anak mereka di dalam ruangan tempat kegiatan belajar mengajar dan perawatan sehari-hari berlangsung. Keterbatasan ini dikhawatirkan menjadi celah bagi terjadinya perlakuan tidak pantas terhadap anak-anak.

Selain masalah pengawasan CCTV, daycare yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta ini juga diketahui telah beroperasi selama lebih dari lima tahun tanpa memiliki izin resmi dari instansi pemerintah terkait di Kota Yogyakarta.

Fakta ini menambah daftar panjang kejanggalan yang menyelimuti operasional Daycare Little Aresha. Kurangnya pengawasan dan legalitas yang memadai tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar keamanan dan kualitas layanan yang seharusnya diberikan.

Kasus ini mulai terkuak ke publik setelah aparat Kepolisian Resor (Polresta) Yogyakarta melakukan penggerebekan pada hari Jumat, 24 April 2026. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sekitar 30 orang yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari para pengasuh, petugas keamanan, hingga jajaran pengelola yayasan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, membenarkan bahwa puluhan orang yang diamankan tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Tujuannya adalah untuk mendalami peran dan keterlibatan masing-masing individu dalam dugaan kasus ini.

Kompol Riski Adrian menjelaskan kepada awak media, “Kemarin kami sudah mengamankan sekitar 30 orang secara bertahap. Mulai dari mereka yang bertugas sebagai pengasuh sampai pejabat di yayasannya.”

Dari hasil investigasi awal yang dilakukan oleh petugas di lapangan, ditemukan kondisi yang sangat memprihatinkan. Petugas bahkan menyaksikan secara langsung adanya perlakuan yang sangat tidak layak terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.

Kompol Riski Adrian menambahkan, “Anggota kami melihat sendiri kondisi anak-anak yang diperlakukan secara tidak manusiawi. Ada temuan di mana kaki dan tangan anak dalam kondisi terikat.”

Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun oleh pihak kepolisian, tercatat ada sekitar 103 anak yang pernah dititipkan di Daycare Little Aresha dalam rentang waktu tertentu. Dari jumlah tersebut, sekitar 53 anak diduga kuat telah menjadi korban kekerasan fisik maupun penelantaran.

Mayoritas dari anak-anak yang menjadi korban ini masih berada dalam usia balita, bahkan ada yang berusia di bawah dua tahun. Mereka dilaporkan mengalami berbagai macam luka, mulai dari lebam di tubuh, luka cakaran, hingga adanya pendarahan di beberapa bagian tubuh.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa jumlah korban yang teridentifikasi masih sangat mungkin bertambah seiring dengan berjalannya proses penyelidikan yang terus dilakukan secara mendalam. Mereka berkomitmen untuk terus mengejar dan mengungkap seluruh fakta terkait kasus ini.

“Jumlah korban sangat mungkin bertambah seiring pengembangan penyidikan. Pasti akan kami kejar terus,” tegas Kompol Riski Adrian.

Menjelang terungkapnya kasus ini, beberapa orang tua murid memang sudah merasakan adanya kejanggalan terkait kondisi anak-anak mereka. Ada beberapa anak yang menunjukkan gejala ketakutan yang berlebihan, bahkan menangis histeris setiap kali akan diantar ke daycare.

Salah seorang orang tua murid, Sahuri, menceritakan pengalamannya, “Dan tapi sebelum-sebelumnya memang ada kejanggalan-kejanggalan. Ada pernah matanya itu merah seperti pembuluh darah pecah, pun di beberapa orang tua juga ada yang pernah merasakan seperti itu. Dan ini asumsi kami, yang kami rasakan penyakitnya hampir seragam di sana.”

Baca juga di sini: Anggota TNI Dianiaya di Depok Setelah Tegur Ibu yang Memukul Anaknya

Temuan lain yang juga mengejutkan adalah kondisi fasilitas yang ada di dalam daycare. Petugas kepolisian menemukan sebuah ruangan berukuran sekitar 3×3 meter yang ternyata diisi oleh hingga 20 bayi atau balita secara bersamaan. Ruangan yang sempit tersebut jelas tidak memenuhi standar kelayakan untuk menampung jumlah anak sebanyak itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.