PBB Ungkap Duka Cita Atas Kematian Praka Rico

by -22 Views
PBB Ungkap Duka Cita Atas Kematian Praka Rico

KabarDermayu.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, seorang personel TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Praka Rico Pramudia dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat serangan yang terjadi di wilayah selatan Lebanon pada akhir Maret lalu. Ia telah menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan di sebuah rumah sakit di Beirut.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Praka Rico. Melalui platform media sosial X, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Praka Rico, rekan-rekannya, serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pemerintah Indonesia.

“Kopral Rico Pramudia dari Indonesia, yang mengalami luka kritis pada 29 Maret, telah meninggal dunia akibat luka-lukanya. Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta kepada Tentara Nasional Indonesia dan pemerintah Indonesia,” tulis Lacroix pada Sabtu, 25 April 2026.

Sebelumnya, UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) telah mengumumkan wafatnya Praka Rico, yang berusia 31 tahun. Ia terluka parah akibat ledakan proyektil yang terjadi di markasnya di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret.

Menyusul pengumuman ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia kembali menegaskan kutukannya terhadap serangan yang dilancarkan oleh Israel. Serangan terhadap personel yang menjalankan misi pemeliharaan perdamaian dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Baca juga di sini: Pemerintah Provinsi DKI Akan Kenakan Pajak Kendaraan Listrik, Namun Tetap Memberikan Stimulus

Indonesia terus mendesak PBB untuk segera melakukan investigasi yang komprehensif, transparan, dan akuntabel. Tujuannya adalah untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi dan memastikan adanya pertanggungjawaban atas insiden tragis ini.

Gugurnya Praka Rico menambah jumlah prajurit TNI yang kehilangan nyawa saat bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan dalam kurun waktu sebulan terakhir. Hingga berita ini diturunkan, Indonesia telah kehilangan empat prajurit TNI.

Sebelum Praka Rico, Praka Farizal Rhomadhon juga gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret, dalam peristiwa yang sama yang mengakibatkan Praka Rico terluka. Berselang sehari, pada 30 Maret, dua personel TNI lainnya, yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur ketika konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan tujuh tentara TNI lainnya mengalami luka-luka, selain Praka Rico.

Tidak hanya Indonesia, negara lain seperti Prancis juga turut berduka atas kehilangan dua personel militernya yang bertugas bersama UNIFIL. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan, menyusul serangan terhadap patroli mereka pada 18 April.

No More Posts Available.

No more pages to load.