Pemerintah Yaman Gempur Basis Houthi di Pesisir Laut Merah

oleh -2 Dilihat
Pemerintah Yaman Gempur Basis Houthi di Pesisir Laut Merah

KabarDermayu.com – Situasi keamanan di wilayah pesisir barat Yaman kembali memanas setelah pemerintah yang diakui secara internasional melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah yang kini berada di bawah kendali kelompok Houthi.

Operasi militer tersebut dilaporkan menyasar aset-aset strategis milisi di sepanjang kawasan pesisir Laut Merah, sebuah jalur pelayaran vital dunia. Serangan ini dinilai sebagai respons atas aktivitas pergerakan logistik militer yang dilakukan oleh kelompok tersebut di wilayah strategis dekat Selat Bab al-Mandab.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pusat informasi pemerintah di Provinsi Taiz pada Sabtu, target utama operasi ini adalah konvoi logistik militer. Pesawat tempur pemerintah dilaporkan menghancurkan puluhan truk yang diduga mengangkut berbagai persenjataan berat, termasuk amunisi, rudal, serta peralatan pendukung militer lainnya.

Serangan udara tersebut terjadi di Jalan Al-Sittin, yang terletak di sebelah utara Kota Taiz. Pihak pemerintah melalui pernyataan resminya di platform X pada Minggu, 13 September 2026, menjelaskan bahwa konvoi persenjataan tersebut terdeteksi sedang bergerak dari arah Mocha menuju ibu kota, Sanaa.

Konteks Konflik di Selat Bab al-Mandab

Selat Bab al-Mandab merupakan titik sempit (chokepoint) maritim yang sangat krusial bagi perdagangan global. Mengingat posisinya yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, stabilitas di wilayah ini menjadi perhatian internasional karena dampaknya terhadap keamanan jalur pasokan energi dan komoditas dunia.

Sebelum insiden serangan udara ini terjadi, perwakilan dari kepemimpinan politik Houthi, Khuzam al-Assad, sempat memberikan pernyataan kepada media internasional RIA Novosti. Dalam keterangannya, pihak Houthi mengklaim telah menguasai seluruh kota yang berada di sekitar Selat Bab al-Mandab serta kawasan pesisir barat Laut Merah.

Ketegangan di wilayah ini telah berlangsung selama bertahun-tahun seiring dengan konflik domestik Yaman yang melibatkan berbagai faksi. Upaya pemerintah untuk memutus jalur pasokan senjata Houthi sering kali berujung pada konfrontasi bersenjata di wilayah-wilayah yang menjadi perebutan kekuasaan.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak kerusakan secara menyeluruh maupun potensi korban jiwa dari pihak Houthi akibat serangan udara tersebut. Pemerintah Yaman terus memperketat pengawasan di sepanjang jalur logistik guna menekan pergerakan milisi yang dianggap mengancam stabilitas nasional dan keamanan maritim di kawasan Laut Merah.

Situasi di Yaman secara umum memang masih berada dalam kondisi yang sangat dinamis. Keterlibatan berbagai pihak dalam konflik ini, baik aktor lokal maupun regional, membuat proses stabilisasi di wilayah pesisir barat tetap menjadi tantangan besar bagi otoritas yang diakui secara internasional.