Penyelidikan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry: Dugaan Korban Meluas di Bogor

by -17 Views
Penyelidikan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry: Dugaan Korban Meluas di Bogor

KabarDermayu.com – Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry, atau yang akrab disapa SAM, telah memasuki tahapan baru yang signifikan. Setelah melalui proses gelar perkara yang mendalam, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia secara resmi menetapkan SAM sebagai tersangka. Perkembangan ini menandai titik penting dalam investigasi kasus yang telah bergulir sejak akhir tahun 2025.

Kepastian mengenai status hukum SAM ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko. Ia menegaskan bahwa penetapan tersangka didasarkan pada hasil gelar perkara yang melibatkan para penyidik terkait kasus ini. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 24 April 2026.

Kasus ini bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri, yang terdaftar pada tanggal 28 November 2025. Penanganan kasus ini berada di bawah naungan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri. Hingga kini, tim penyidik terus berupaya mendalami keterangan dari saksi-saksi serta para korban yang telah melapor.

Di tengah berjalannya proses hukum ini, muncul kesaksian dari seorang kreator konten TikTok bernama Risyad Baya’sud. Ia mengaku pernah memiliki interaksi langsung dengan tersangka dan bahkan mengindikasikan adanya dugaan bahwa sejumlah korban berasal dari wilayah Bogor. Pernyataan ini menambah dimensi baru dalam pengusutan kasus tersebut.

Risyad Baya’sud menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke kediaman seorang teman di Bogor sekitar satu hingga dua tahun yang lalu. Dalam kunjungannya tersebut, ia sempat menunjukkan foto kebersamaannya dengan Syekh Ahmad Al Misry kepada teman-temannya di sana. Reaksi yang ia terima dari teman-temannya justru di luar dugaan.

“Kemudian, ketika saya menunjukan satu galeri, yaitu foto tadi yang saya liatin tadi, mereka semua tertawa mereka semua merasa kayak ‘Innalillah wa inna ilaihi raji’un, awas hati-hati’. Kemudian saya mikir, hati-hati gimana? apakah pemahaman beliau yang tidak sesuai dengan syariat atau apa? karena biasanya kalau orang bilang hati-hati sama seorang pandai atau ustad mungkin karena pemahamannya,” jelas Risyad, mengutip dari video TikToknya.

Baca juga di sini: De Jong Pecahkan Rekor Barcelona yang Sulit Dipecahkan

Awalnya, Risyad mengaku tidak memahami maksud dari peringatan yang diberikan oleh teman-temannya. Namun, rasa penasaran yang mendalam mendorongnya untuk terus bertanya. Akhirnya, salah seorang temannya memberanikan diri untuk mengungkap sebuah pengalaman yang mengejutkan.

“Ternyata tidak, kawan saya itu bercerita bahwa dia adalah hampir menjadi korban. hampir menjadi korban dari kasus yang sekarang akhirnya terkuak,” bebernya.

Lebih lanjut, Risyad menuturkan bahwa pada saat itu, ia sempat menegur temannya untuk berhati-hati dalam berbicara mengenai seorang ulama. Namun, ia juga menyadari bahwa kebenaran pada akhirnya akan selalu terungkap, sekecil apapun upaya untuk menyembunyikannya.

“Sekarang kan baru terkuak dan pada saat itu saya bilang, ‘Jaga lisan kamu ini ulama, dagingnya ulama itu beracun’. Tapi yang namanya keburukan, yang namanya kebusukan, pasti akan tercium dan akan terbuka,” ujarnya.

Kesaksian dari Risyad Baya’sud ini secara tidak langsung menambah sorotan publik terhadap kasus yang sedang berjalan, terutama terkait dugaan adanya korban yang berasal dari wilayah Bogor. Meskipun demikian, pihak kepolisian belum memberikan rincian resmi mengenai jumlah korban maupun sebaran geografis mereka.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik Bareskrim Polri masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Berbagai upaya pengumpulan bukti tambahan serta keterangan dari berbagai pihak terus dilakukan. Publik pun menantikan perkembangan lebih lanjut terkait pengungkapan fakta-fakta baru dalam perkara yang telah menyita perhatian luas ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.