Persiapan Haji Terpenting yang Sering Terlupakan Menurut Buya Yahya

by -8 Views
Persiapan Haji Terpenting yang Sering Terlupakan Menurut Buya Yahya

KabarDermayu.com – Menjelang ibadah haji, banyak calon jemaah yang fokus pada persiapan fisik, perlengkapan, hingga acara syukuran. Namun, menurut Buya Yahya, terdapat aspek persiapan yang jauh lebih krusial namun sering terabaikan, yaitu kesiapan batin.

Buya Yahya menekankan bahwa ibadah haji sejatinya bukan sekadar perjalanan fisik semata, melainkan sebuah perjalanan spiritual mendalam. Tanpa pondasi batin yang kuat, pelaksanaan rukun haji bisa jadi hanya sekadar ritual tanpa meresapi makna spiritual yang sesungguhnya.

Hal mendasar yang perlu dipersiapkan, kata Buya Yahya, adalah hati yang bersih dan tulus semata-mata karena Allah SWT. Ia menegaskan bahwa niat yang ikhlas merupakan fondasi utama dari setiap ibadah, termasuk ibadah haji yang agung.

Dalam salah satu kajiannya, Buya Yahya menyampaikan, “Persiapan yang terpenting adalah hati ini, takwa, hati yang benar, hati yang baik, hati yang tulus karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah rekaman video yang diunggah di kanal YouTube pada Jumat, 24 April 2026.

Di tengah masyarakat, fenomena mengadakan acara syukuran besar sebelum keberangkatan haji memang umum terjadi. Meskipun diperbolehkan, Buya Yahya mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak sampai membebani secara finansial dan menjadi penghalang.

Ia menambahkan, “Syukuran penting, perlu, akan tetapi tidak boleh menjadi sebab kita berat haji. Kadang biaya syukuran mendekati biaya haji juga berjuta-juta.”

Baca juga di sini: Penyelidikan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry: Dugaan Korban Meluas di Bogor

Selama ini, banyak calon jemaah yang hanya berfokus pada pembelajaran tata cara ibadah haji secara teknis, yang dikenal sebagai manasik zahir. Padahal, Buya Yahya menggarisbawahi pentingnya mendalami manasik batin.

Menurutnya, aspek teknis pelaksanaan haji seperti ihram, tawaf, wukuf di Arafah, dan melempar jumrah, sebenarnya tidak terlalu rumit. Namun, yang jauh lebih esensial adalah kesiapan hati dan mental saat menjalankan seluruh rangkaian ibadah tersebut.

“Yang paling penting manasik batin, bagaimana kita menata hati kita di saat kita berada di sana, merasa bahwa kita adalah di tempat mulia,” tegas Buya Yahya.

Selain kesiapan batin, Buya Yahya juga menekankan urgensi memiliki bekal ilmu yang memadai sebelum berangkat. Pemahaman yang baik mengenai hukum dan aturan haji akan membantu jemaah untuk terhindar dari larangan dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

“Bekal ilmu haji ini jauh lebih penting supaya kita bisa menghindar dari yang diharamkan, agar meningkatkan kualitas ibadah,” tegasnya kembali.

Aspek lain yang sering kali luput dari perhatian adalah kondisi keluarga yang ditinggalkan di tanah air. Buya Yahya mengingatkan bahwa keselamatan dan terjaganya akhlak keluarga juga merupakan bagian integral dari persiapan haji.

Ia menuturkan, “Kalau anda seorang suami istri lalu anak gadis anda sudah gede di rumah lalu anda tinggal sendiri, Anda harus berpikir siapa yang menemani.”

Pesan ini sangat relevan, terutama bagi para orang tua yang akan meninggalkan anak-anak mereka untuk jangka waktu yang cukup lama selama menunaikan ibadah haji.

Lebih lanjut, Buya Yahya menekankan bahwa ibadah haji tidak hanya terbatas pada ritual fisik seperti rukuk dan sujud di Tanah Suci, tetapi juga mencakup tanggung jawab untuk memastikan keluarga di rumah tetap dalam keadaan aman dan terjaga.

Buya Yahya juga berpesan agar para jemaah haji tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang kurang bermanfaat selama berada di Tanah Suci. Hal ini termasuk menghindari terlalu banyak berfoto atau menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak esensial.

Menurutnya, kesempatan berharga berada di tempat-tempat suci harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperbanyak ibadah dan memanjatkan doa.

Dengan persiapan yang komprehensif, baik dari sisi batin, ilmu, maupun keluarga, ibadah haji diharapkan dapat menjadi sebuah pengalaman spiritual yang transformatif dan membawa perubahan positif dalam kehidupan seorang muslim.

No More Posts Available.

No more pages to load.