KabarDermayu.com – Kehebohan melanda warga Pasir Putih, Sawangan, Depok, menyusul beredarnya kabar tentang penampakan sosok pocong yang berkeliling di permukiman mereka. Suasana malam yang seharusnya tenang berubah menjadi mencekam akibat informasi yang menyebar luas melalui media sosial, khususnya grup WhatsApp lingkungan.
Isu ini bermula dari sebuah foto yang menampilkan sesosok makhluk menyerupai pocong berdiri di depan sebuah rumah. Gambar tersebut pertama kali dibagikan di grup RT setempat sebelum akhirnya menyebar dengan cepat dan memicu kepanikan di kalangan warga.
Kabar tersebut tidak berhenti pada penampakan visual saja. Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa sosok pocong itu kerap terlihat berkeliaran di area Gang Nangka dan bahkan dideskripsikan telah mendatangi rumah-rumah warga satu per satu.
Cerita yang beredar semakin menambah ketegangan, dengan adanya laporan bahwa beberapa warga dilaporkan mengalami kesurupan setelah melihat penampakan tersebut. Dalam kesaksian yang beredar, sosok pocong itu dikabarkan meminta agar tali ikatnya dibuka.
Baca juga di sini: Indramayu Tidak Termasuk Daerah Teratas Kasus Sampah
Menyikapi keresahan yang meluas, pihak kepolisian segera bergerak untuk melakukan penelusuran. Kapolsek Bojongsari, Komisaris Polisi Fauzan Thohari, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Langkah serupa juga diambil oleh jajaran Polres Metro Depok demi mencegah penyebaran informasi yang belum terverifikasi menjadi hoaks yang dapat memperkeruh suasana.
“Kami tindaklanjuti, terkait informasi tersebut,” ujar Kompol Fauzan, menegaskan keseriusan polisi dalam menangani isu ini.
Hasil penyelidikan polisi mengungkap fakta yang mengejutkan. Setelah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat, didapati konfirmasi bahwa kabar viral mengenai penampakan pocong tersebut ternyata tidak benar alias hoaks. Lebih lanjut, lokasi yang disebutkan dalam kabar viral itu ternyata tidak berada di wilayah hukum Polsek Bojongsari.
“Sudah cek bersama Ketua RT setempat, berita itu hoaks,” pungkasnya, mengakhiri klarifikasi.






