Prabowo ke Lulusan IPDN: Jadi Abdi Negara yang Setia pada Rakyat

oleh -8 Dilihat
Prabowo ke Lulusan IPDN: Jadi Abdi Negara yang Setia pada Rakyat

KabarDermayu.com – Menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik, sebanyak 1.204 lulusan Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII secara resmi dilantik menjadi Pamong Praja Muda. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Lapangan Parade Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, pada Rabu, 29 Juli 2026.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan peran krusial para lulusan sebagai abdi negara yang harus memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa posisi yang mereka emban bukanlah sekadar jabatan administratif, melainkan sebuah amanah besar untuk melayani rakyat yang merupakan “orang tua” dari setiap aparatur pemerintahan.

“Selalu cintai tanah air kita. Selalu cintai rakyat kita. Saudara-saudara adalah anak kandung rakyat. Setialah kepada semua rakyat kita, seolah-olah semua rakyat itu adalah orang tuamu,” ujar Prabowo dalam pidato di hadapan ribuan Pamong Praja Muda tersebut.

Menjaga Integritas dan Semangat Kebangsaan

Presiden Prabowo secara tegas mengingatkan agar para Pamong Praja Muda menanggalkan segala bentuk sekat sosial dalam bekerja. Menurutnya, keberagaman suku, agama, ras, dan golongan di Indonesia adalah kekayaan yang harus dirangkul oleh setiap aparatur negara tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat yang dilayani.

Selain menekankan pentingnya inklusivitas, Kepala Negara juga menyinggung perihal konstitusi. Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 merupakan buah dari perjuangan panjang para pendiri bangsa yang telah melewati masa penjajahan selama ratusan tahun. Oleh karena itu, kesetiaan terhadap konstitusi adalah harga mati yang tidak boleh dikhianati oleh aparatur sipil negara.

Etika Pengambilan Keputusan

Dalam menjalankan tugas di lapangan, Prabowo memberikan tips praktis bagi para lulusan baru ketika menghadapi dilema birokrasi. Ia menyarankan agar setiap pengambilan keputusan selalu didasarkan pada keberpihakan kepada kepentingan rakyat, terutama bagi kelompok masyarakat yang paling rentan dan kurang mampu.

“Kalau ragu-ragu mengambil keputusan, tanya kepada dirimu, mana yang menguntungkan rakyat,” tegas Presiden Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa sikap rendah hati adalah kunci utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Ia melarang keras adanya kesombongan dalam diri seorang Pamong Praja, karena tugas utama mereka adalah memudahkan urusan masyarakat, bukan justru menjadi beban bagi rakyat.

Harapan bagi Masa Depan Pemerintahan

Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi Angkatan XXXIII untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Presiden menutup pesannya dengan harapan agar para lulusan dapat menjaga kehormatan almamater dan profesi Pamong Praja di mana pun mereka ditugaskan kelak.

Berikut adalah poin-poin utama pesan Presiden Prabowo kepada Pamong Praja Muda:

  • Menanamkan rasa cinta yang mendalam kepada tanah air dan seluruh lapisan masyarakat.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan tanpa memandang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
  • Menjadikan kepentingan rakyat miskin dan kelompok rentan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.
  • Bekerja dengan hati dan menghindari perilaku sombong dalam melayani publik.
  • Menjaga integritas profesi demi kebanggaan bangsa Indonesia.

Dengan berakhirnya prosesi pelantikan tersebut, para Pamong Praja Muda kini bersiap untuk diterjunkan ke berbagai pelosok negeri. Harapan besar disematkan oleh Presiden agar mereka mampu membawa perubahan nyata dalam birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.