Respons Bojan Hodak Terhadap Spanduk ‘Shut Up KDM’ di GBLA

by -15 Views
Respons Bojan Hodak Terhadap Spanduk 'Shut Up KDM' di GBLA

KabarDermayu.com – Sebuah spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” menarik perhatian publik saat pertandingan antara Persib Bandung melawan Arema FC yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 24 April 2026.

Kemunculan spanduk ini bertepatan dengan ramainya perbincangan mengenai bonus untuk Persib Bandung yang diungkap oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melalui media sosialnya. Bonus tersebut dikabarkan berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.

Sebagian pendukung Persib, yang dikenal sebagai Bobotoh, menduga bahwa pernyataan terkait bonus tersebut telah mengganggu konsentrasi para pemain. Hal ini dikhawatirkan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Persib gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir mereka.

Menanggapi polemik yang berkembang, pelatih Persib, Bojan Hodak, memberikan respons yang santai. Ia menegaskan bahwa bonus adalah hal yang lumrah dan wajar dalam dunia sepak bola profesional.

Baca juga di sini: PSSI Belum Berani Konfirmasi Lawan Timnas di FIFA Matchday Meski Oman Sudah Ungkap

Bojan berpendapat bahwa para pemain Persib memang layak mendapatkan bonus, terutama mengingat posisi tim yang saat ini masih memimpin klasemen Liga Super Indonesia musim 2025/2026. Ia menyatakan hal ini kepada awak media usai sesi latihan pada Minggu, 26 April 2026.

Lebih lanjut, Bojan menjelaskan bahwa dalam sepak bola profesional, bonus menjadi salah satu faktor motivasi bagi para pemain. Besaran bonus yang diterima biasanya terkait erat dengan performa dan pencapaian tim.

“Dan kami berada di peringkat pertama, benar kan? Anda bermain untuk bonus, begitulah sepak bola profesional,” ujar Bojan Hodak.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi memang sempat mengungkapkan adanya informasi mengenai bonus senilai Rp5 miliar. Bonus ini disebut-sebut akan diberikan untuk setiap laga tandang Persib di sisa musim kompetisi Super League 2025/2026, dengan sumber dana berasal dari Maruarar Sirait.

Pernyataan tersebut sontak menuai beragam tanggapan, termasuk kritik dari sebagian suporter. Spanduk “Shut Up KDM” yang terlihat dibentangkan saat pertandingan di GBLA menjadi representasi dari respons sebagian Bobotoh terhadap isu bonus yang sedang menjadi perbincangan hangat.

Di sisi lain, performa Persib Bandung belakangan ini memang tengah mendapat sorotan tajam. Tim berjuluk Maung Bandung ini baru saja meraih dua hasil imbang berturut-turut, masing-masing melawan Dewa United dan Arema FC.

Meskipun demikian, Persib Bandung masih kokoh berada di puncak klasemen dengan raihan 66 poin. Namun, posisi mereka kini sangat ketat dibayangi oleh Borneo FC yang memiliki jumlah poin yang sama.

Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis di akhir musim, Persib Bandung dituntut untuk mampu menjaga konsistensi permainan mereka. Tujuannya jelas, yakni untuk mempertahankan posisi teratas klasemen hingga kompetisi musim 2025/2026 berakhir.

No More Posts Available.

No more pages to load.