Respons Hendropriyono soal Isu Penamparan Seskab Teddy oleh Pangkopassus

by -19 Views
Respons Hendropriyono soal Isu Penamparan Seskab Teddy oleh Pangkopassus

KabarDermayu.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Mahmud Hendropriyono, secara tegas membantah isu mengenai penamparan terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi. Menurut Hendropriyono, kabar yang beredar tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

Pernyataan tersebut disampaikan Hendropriyono melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @amhendropriyono, pada Kamis, 23 April 2026. Dalam video tersebut, ia secara lugas membantah adanya insiden yang disebutkan.

Hendropriyono mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, terutama di era digital yang marak dengan penyebaran hoaks. Ia menekankan bahwa informasi mengenai penamparan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Lebih lanjut, Hendropriyono menjelaskan bahwa lingkungan profesional, khususnya di kalangan militer dan pemerintahan, sangat menjunjung tinggi kehormatan. Oleh karena itu, tindakan seperti yang dituduhkan dinilai sangat tidak mungkin terjadi dalam konteks tersebut.

“Itu informasi nggak bener itu. Kita lagi zaman begini mesti ngerti dong, itu kan hoax itu. Itu nggak bener, nggak pernah ada kejadian seperti itu,” tegasnya dalam video tersebut.

Baca juga di sini: Netanyahu Jelaskan Penundaan Kabar Kanker Prostat, Khawatir Digunakan Iran

Ia juga menyoroti potensi dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak akurat. Hendropriyono berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi kebenarannya, apalagi jika informasi tersebut berpotensi merusak reputasi seseorang.

Menurutnya, isu yang beredar tersebut sangat berpotensi mencoreng nama baik pihak yang terlibat, termasuk Teddy Indra Wijaya yang dinilainya sedang meniti karier dengan baik. Hendropriyono menyayangkan tindakan tersebut karena dapat merugikan secara perdata.

“Apalagi terhadap Teddy, seorang yang sedang menapaki karier yang cemerlang begitu. Jangan coba-coba gitu, jangan kejamlah kita membunuh perdata, itu nggak bagus,” ujarnya, menunjukkan keprihatinannya atas potensi dampak buruk berita bohong.

Hendropriyono juga menegaskan pentingnya menjaga moral dan etika dalam setiap penyebaran informasi. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai moral dan etika tersebut merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang telah diturunkan dari generasi ke generasi dan harus terus dijaga kelestariannya.

“Moral dan etika bangsa kita turun-temurun dari orang tua kita nggak ada itu. Jadi nggak bener itu,” tandasnya, menutup pernyataannya dengan menekankan kembali bahwa isu tersebut tidak benar dan bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

No More Posts Available.

No more pages to load.