Sinergi Antar Instansi Kunci Utama Sistem Transportasi Berkeselamatan

by -136 Views
Sinergi Antar Instansi Kunci Utama Sistem Transportasi Berkeselamatan

KabarDermayu.com – PT Jasa Raharja turut serta dalam Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu, 23 April 2026.

Keikutsertaan Jasa Raharja dalam rapat koordinasi ini menegaskan komitmen perusahaan sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara Indonesia. Perusahaan bertekad untuk terus memperkuat pelayanan publik, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pengguna transportasi umum selama periode arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 2026.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Selain itu, forum ini juga digunakan untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan aspek keselamatan dan kelancaran pada Operasi Ketupat serta penyelenggaraan Angkutan Lebaran di masa mendatang.

Kehadiran Jasa Raharja dalam forum ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam upaya peningkatan kualitas layanan transportasi yang diberikan kepada masyarakat.

Pembukaan rapat koordinasi ini dilakukan oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho. Acara ini dihadiri pula oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi; Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin; Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono; Direktur Utama ASDP, Heru Widodo; serta Direktur Pelindo, Achmad Muchtasyar.

Kehadiran seluruh pemangku kepentingan dalam bidang keselamatan transportasi ini menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan masyarakat, terutama selama periode mobilitas tinggi Idulfitri 2026.

Dalam sambutan pembukaannya, Kakorlantas Polri menekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran arus lalu lintas semata. Tingkat keselamatan pengguna jalan juga menjadi indikator penting.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas lalu lintas selama periode arus mudik dan balik. Hal ini mencakup optimalisasi rekayasa lalu lintas, kesiapsiagaan personel, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa evaluasi ini merupakan bagian krusial dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran.

Baca juga di sini: Pajak Selat Malaka Berpotensi Memicu Konflik Internasional

“Kementerian Perhubungan bersama seluruh stakeholder telah menyampaikan berbagai analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat dan Angkutan Lebaran tahun ini. Harapannya, ke depan penyelenggaraan transportasi Lebaran dapat semakin baik, karena ekspektasi masyarakat terhadap negara terus meningkat. Inovasi harus terus dihadirkan agar masyarakat dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Dudy Purwagandhi.

Dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja memainkan peran yang sangat aktif dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat melalui berbagai langkah strategis.

Langkah-langkah strategis tersebut meliputi koordinasi yang intensif dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya. Selain itu, Jasa Raharja juga memastikan kesiapsiagaan petugas di lapangan dalam proses penanganan korban kecelakaan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi Anev ini menjadi momen yang sangat penting untuk memperkuat kolaborasi antar sektor.

“Evaluasi ini memberikan gambaran menyeluruh atas pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Jasa Raharja berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam percepatan penyerahan santunan dan optimalisasi koordinasi di lapangan, sehingga kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Awaluddin.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi antarinstansi merupakan kunci utama dalam upaya menciptakan sistem transportasi yang berkeselamatan.

Melalui dukungan teknologi yang mutakhir, penguatan basis data, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Jasa Raharja terus berupaya untuk menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan adaptif terhadap dinamika yang terjadi di lapangan.

Keikutsertaan Jasa Raharja dalam Rakor Anev Operasi Ketupat 2026 ini semakin memperkuat peran perusahaan dalam mendukung sistem transportasi nasional yang aman dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Ke depannya, Jasa Raharja akan terus memperkuat posisinya sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan yang andal, sekaligus sebagai salah satu pemangku kepentingan utama dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.