Upaya Kemenlu Selamatkan WNI yang Disandera di Somalia

by -10 Views
Upaya Kemenlu Selamatkan WNI yang Disandera di Somalia

KabarDermayu.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia terus berupaya membebaskan Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal di perairan Somalia.

Upaya ini dilakukan melalui koordinasi yang intensif dan langkah-langkah lanjutan demi memastikan keselamatan seluruh ABK WNI yang terdampak.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan mengenai insiden pembajakan kapal tanker MT Honour 25. Peristiwa ini terjadi di sekitar perairan Hafun, Somalia, pada hari Rabu, 22 April lalu.

“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” ujar Heni kepada ANTARA di Jakarta, pada hari Senin.

Fokus utama upaya saat ini adalah pada tindak lanjut penanganan kasus tersebut. Hal ini melibatkan kolaborasi dengan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta para pelaku usaha yang relevan di Somalia.

Menurut Heni, KBRI Nairobi akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi yang intensif dan terukur dengan semua pihak terkait lainnya.

Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proses penanganan berjalan secara optimal. Prioritas utama dalam setiap tahapan adalah keselamatan para ABK WNI.

Baca juga di sini: Kantor Desa Jumbleng Kumuh, Warga Geram Soroti Kinerja Pemdes

Heni juga memberikan informasi mengenai komposisi awak kapal yang menjadi korban pembajakan. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat empat WNI di dalam kapal tersebut. Selain itu, ada juga 10 warga negara Pakistan, seorang warga negara India, dan seorang warga negara Myanmar.

Sebelumnya, pada hari Minggu, 26 April, keluarga korban pembajakan Kapal Tanker Honour 25 telah menyampaikan permohonan kepada pemerintah RI. Mereka mendesak agar pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto segera mengambil tindakan untuk menjamin keselamatan para ABK.

Sitti Aminah, yang merupakan ibu kandung dari Kapten kapal Honour 25, Ashari Samadikun, menjelaskan bahwa kapal yang dinakhodai putranya tersebut sedang mengangkut komoditas minyak. Kapal ini telah berlayar dari Oman sejak awal tahun ini.

Sementara itu, Santi Sanjaya, istri dari Kapten Ashari Samadikun, menceritakan bahwa ia masih sempat berkomunikasi dengan suaminya sebelum kapal tersebut berhasil dibajak oleh para perompak Somalia. Dalam percakapan terakhir tersebut, korban sempat menginformasikan bahwa kapalnya akan diserang oleh perompak.

Setelah berhasil terhubung kembali dengan suaminya di atas kapal, Santi mendapatkan informasi bahwa para ABK dalam kondisi baik. Namun, mereka dilaporkan mengalami tekanan psikologis akibat situasi yang terus berubah-ubah di atas kapal.

Santi juga mengungkapkan bahwa para perompak telah meminta sejumlah uang tebusan terkait insiden ini.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, keempat WNI yang berada di kapal tersebut berasal dari berbagai daerah. Dua di antaranya adalah warga dari Sulawesi Selatan, sementara dua lainnya berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.