Pemerintah: Intervensi Restrukturisasi Utang Whoosh untuk Keberlanjutan Operasional

by -5 Views
Pemerintah: Intervensi Restrukturisasi Utang Whoosh untuk Keberlanjutan Operasional

KabarDermayu.com – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah intervensi guna menyelesaikan persoalan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal dengan nama Whoosh.

Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan keberlanjutan operasional Whoosh di masa mendatang. Keberlanjutan operasional ini menjadi krusial mengingat dampak positif yang telah ditunjukkan oleh Whoosh terhadap perekonomian nasional.

Dony Oskaria, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, menegaskan bahwa beban utang Whoosh tidak dapat sepenuhnya ditanggung oleh operator kereta cepat semata. Hal ini dikarenakan besarnya nilai finansial yang harus diselesaikan.

Dony menjelaskan bahwa pemerintah sedang aktif mencari solusi terbaik untuk penyelesaian finansial proyek strategis ini. Keterlibatan pemerintah dianggap mutlak diperlukan dalam proses ini.

“Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,” ujar Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Selasa, 28 April 2026.

Lebih lanjut, Dony menggarisbawahi bahwa intervensi pemerintah ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap pengembangan transportasi umum di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk terus mendorong penggunaan moda transportasi massal yang efisien.

Mengenai detail bentuk intervensi yang akan dilakukan, Dony menyatakan bahwa rinciannya akan disampaikan setelah koordinasi final dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, selesai dilakukan.

Sementara itu, Rosan Roeslani, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, mengonfirmasi bahwa keputusan terkait restrukturisasi utang secara administratif telah diambil. Saat ini, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pengumuman resminya.

“Sudah diputuskan oleh Pak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nanti diperiksa secara resminya dan dia yang mengumumkan,” ungkap Rosan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memang telah mengindikasikan bahwa proses restrukturisasi utang proyek Whoosh telah mencapai tahap akhir.

“Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” ujar Sri Mulyani di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026.

Pemerintah juga telah menyampaikan hasil positif restrukturisasi utang ini kepada Pemerintah China. Langkah komunikasi ini penting dilakukan untuk menjaga hubungan bilateral yang baik serta memperkuat kepercayaan antara kedua negara dalam kerja sama ekonomi.

Baca juga di sini: Asia Buka Beragam, UEA Tinggalkan OPEC dan Ancaman AI Bayangi Pasar

“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Kan ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” tegas Sri Mulyani.