Penyebab Kecelakaan Maut KRL dan KA Argo Bromo: Polisi Selidiki Kesalahan Manusia dan Gangguan Sistem

by -3 Views
Penyebab Kecelakaan Maut KRL dan KA Argo Bromo: Polisi Selidiki Kesalahan Manusia dan Gangguan Sistem

KabarDermayu.com – Kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek.

Tragedi yang merenggut nyawa puluhan orang ini mendorong aparat untuk menelisik lebih dalam kemungkinan adanya unsur kelalaian manusia maupun gangguan pada sistem operasional.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan terus berjalan demi mengungkap akar permasalahan insiden tersebut.

Dalam investigasi yang tengah berlangsung, polisi memfokuskan perhatian pada dua skenario utama. Kemungkinan pertama adalah adanya faktor kesalahan manusia (human error), sementara kemungkinan kedua adalah adanya kendala pada sistem komunikasi yang digunakan dalam operasional kereta api.

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, pada Rabu, 29 April 2026.

Baca juga di sini: Peristiwa Asusila Diduga di SMP Pemda Anjatan Gemparkan Indramayu, Disdik Turun Tangan Lindungi Korban

Beliau menekankan bahwa pihaknya tengah berupaya mengumpulkan seluruh fakta yang ada di lapangan. Kronologi kejadian bermula ketika sebuah taksi online listrik bernama Green SM mengalami gangguan teknis dan berhenti di area perlintasan sebidang di Jalan Ampera, Bekasi Timur.

Keberadaan taksi yang berhenti tersebut secara otomatis menghambat laju KRL yang sedang melintas. Situasi ini kemudian memicu rangkaian kejadian selanjutnya yang berujung pada kecelakaan.

Tidak lama setelah KRL tertahan, kereta tersebut ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang memiliki rute menuju Surabaya Pasar Turi. Benturan yang sangat keras ini mengakibatkan kerusakan parah pada kedua kereta dan menimbulkan banyak korban jiwa serta luka-luka.

Data terbaru yang berhasil dihimpun pada Rabu, 29 April 2026, pukul 11.00 WIB, menunjukkan bahwa total korban mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, 90 orang mengalami luka-luka, di mana 44 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

Sementara itu, 46 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif. Jumlah korban meninggal dunia juga kembali mengalami penambahan, menjadi total 16 orang.

“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” kata Budi Hermanto.

“Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” tambahnya.

Demi memastikan kejelasan kronologi dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini, tim penyidik berencana untuk melakukan pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kedua kereta api yang terlibat.

Selain fokus pada aspek investigasi, Polda Metro Jaya juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga yang terdampak oleh tragedi ini. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di area perlintasan kereta api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tutur Budi Hermanto.