Pendapatan Konsolidasi TBS Energi Naik 20,5 Persen di Kuartal I-2026

oleh -6 Dilihat
Pendapatan Konsolidasi TBS Energi Naik 20,5 Persen di Kuartal I-2026

KabarDermayu.com – PT TBS Energi Utama (TOBA) melaporkan kinerja positif pada kuartal I-2026, menandai keberhasilan transformasi portofolio perusahaan ke sektor bisnis hijau melalui akuisisi dan divestasi yang dilakukan pada tahun 2025.

Perusahaan berhasil mempertahankan performa finansial dan operasional yang solid di tengah perubahan strategis ini. Fokus utama TBS saat ini adalah memperkuat lini bisnis pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik.

Direktur TBS, Juli Oktarina, menjelaskan bahwa indikator keuangan utama menunjukkan peningkatan signifikan. Pendapatan konsolidasi tercatat naik sebesar 20,5 persen, sementara laba kotor konsolidasi melonjak 46,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan efisiensi operasional juga terlihat jelas dari perbaikan arus kas. Arus kas operasional berbalik dari negatif US$2,9 juta pada tahun 2025 menjadi positif US$9,9 juta pada kuartal I-2026. Secara keseluruhan, total kerugian periode berjalan berhasil ditekan lebih dari 83 persen secara tahunan, dari US$58,9 juta menjadi US$9,5 juta.

Penurunan kerugian ini sebagian besar disebabkan oleh tidak terulangnya kerugian dari divestasi entitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa strategi penataan ulang portofolio telah membuahkan hasil.

“Hasil yang kami capai di kuartal pertama ini merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan,” ujar Juli Oktarina. Ia menambahkan bahwa langkah besar akuisisi dan divestasi di tahun 2025 merupakan penataan ulang portofolio yang strategis dan krusial bagi masa depan perusahaan.

Meskipun fase transisi ini mungkin berdampak sementara pada laba, Juli menekankan bahwa ini adalah fondasi penting bagi TBS untuk menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi. Tujuannya adalah untuk memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.

Lini bisnis pengelolaan limbah kini menjadi kontributor utama bagi perusahaan. Segmen ini menyumbang 60 persen dari total pendapatan konsolidasi dan 93 persen dari total EBITDA Disesuaikan. Pertumbuhan pendapatan segmen ini melonjak sangat signifikan, yaitu sebesar 447,69 persen atau sekitar 5,5 kali lipat.

Pendapatan dari segmen pengelolaan limbah meningkat dari US$9,4 juta menjadi US$51,9 juta. Hal ini menunjukkan resiliensi bisnis pengelolaan limbah yang mampu memberikan arus pendapatan stabil dan berulang, bahkan di tengah fluktuasi pasar dan ketidakpastian global.

Baca juga di sini: Prabowo Dukung Pengembangan Teknologi untuk Kesejahteraan Rakyat

Perkembangan operasional di segmen ini mencakup Cora Environment (Singapura) yang melayani lebih dari 470.000 pelanggan dengan tingkat ketersediaan fasilitas operasional mencapai 100 persen. Asia Medical Enviro Services (AMES) juga berhasil mempertahankan posisinya di pasar pengelolaan limbah medis Singapura dengan pangsa pasar sekitar 45 persen.

Di Indonesia, ARAH Environmental melayani lebih dari 5.000 pelanggan dari berbagai sektor yang tersebar di 15 provinsi. Keberhasilan ini menegaskan dominasi dan keunggulan TBS di sektor pengelolaan limbah.

Pada segmen energi terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mini Hydro berkapasitas 6MW telah beroperasi penuh dan memberikan kontribusi pendapatan sebesar US$3,2 juta. Sementara itu, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung berkapasitas 46MWp sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai operasional pada kuartal keempat tahun 2026.

Segmen kendaraan listrik melalui Electrum juga menunjukkan tren kenaikan yang kuat. Pendapatan dari penjualan dan penyewaan tumbuh hampir 2,5 kali lipat, mencapai 137,82 persen. Pendapatan ini meningkat dari US$1,3 juta menjadi US$3,2 juta.

Pertumbuhan nilai ini didukung oleh ekspansi operasional yang signifikan. Jumlah unit motor listrik yang beroperasi meningkat dari 5.100 unit pada Maret 2025 menjadi 9.082 unit pada Maret 2026. Ini menunjukkan peningkatan adopsi dan kepercayaan pasar terhadap solusi mobilitas listrik.

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang terus berkembang, Electrum juga memperkuat infrastruktur pendukungnya. Perusahaan kini menyediakan 426 unit stasiun pertukaran baterai (Battery Swapping Stations), yang mengalami peningkatan 37 persen dibandingkan dengan 310 unit pada tahun sebelumnya.

Di segmen batu bara, TBS memprioritaskan efisiensi operasional. Perusahaan berhasil menekan biaya operasional tunai sebesar 5,8 persen menjadi US$42,5 per ton. Langkah optimasi ini terbukti efektif dalam menjaga resiliensi bisnis di tengah fluktuasi harga pasar.

Hasilnya, margin laba kotor pertambangan tetap terjaga secara stabil di angka 15,8 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Hal ini menunjukkan kemampuan TBS untuk tetap menguntungkan di segmen batu bara sambil terus bertransformasi.

“Capaian pada Q1 2026 ini merupakan bagian dari peta jalan TBS untuk menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan,” tutup Juli Oktarina. Ia menambahkan bahwa dengan posisi kas sebesar US$103,3 juta dan manajemen modal kerja yang disiplin, TBS memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana pertumbuhan dan target netralitas karbon pada tahun 2030.