Iran Usulkan Proposal Baru ke Pakistan untuk Negosiasi dengan AS, Apa Isinya?

oleh -5 Dilihat
Iran Usulkan Proposal Baru ke Pakistan untuk Negosiasi dengan AS, Apa Isinya?

KabarDermayu.com – Iran diketahui telah menyampaikan proposal baru kepada Pakistan, yang berperan sebagai mediator, untuk dapat dilanjutkan dalam perundingan dengan Amerika Serikat. Inisiatif ini diharapkan dapat mengakhiri konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut laporan dari Islamic Republic News Agency, proposal terbaru dari Teheran diserahkan kepada Pakistan pada Kamis malam waktu setempat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh presstv.ir pada Jumat, 1 Mei 2026, menyatakan bahwa prioritas utama Teheran dalam negosiasi dengan AS adalah penghentian perang dan pencapaian perdamaian yang berkelanjutan.

Konflik ini bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan tewasnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei. Selain itu, beberapa fasilitas nuklir, institusi pendidikan, rumah sakit, serta infrastruktur sipil lainnya juga menjadi target serangan.

Sebagai respons, angkatan bersenjata Iran melancarkan lebih dari 100 gelombang serangan dalam sebuah operasi yang diberi nama Operation True Promise 4. Operasi ini melibatkan ratusan rudal balistik dan hipersonik, serta sejumlah drone yang diarahkan ke pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat dan posisi Israel di wilayah pendudukan.

Baca juga di sini: Klarifikasi Atta Halilintar Mengenai Pernah Akhiri Rumah Tangga dengan Aurel Hermansyah

Pada tanggal 8 April, atau 40 hari setelah perang dimulai, sebuah gencatan senjata sementara yang dimediasi oleh Pakistan mulai diberlakukan. Iran dan Amerika Serikat kemudian menggelar satu putaran perundingan intensif di Islamabad pada 11 April dengan tujuan mencari kesepakatan permanen. Namun, setelah berlangsung selama 21 jam, pembicaraan tersebut berakhir tanpa mencapai kesepakatan. Iran menyatakan bahwa kegagalan ini disebabkan oleh “tuntutan berlebihan” dari pihak Washington.

Selanjutnya, pada 21 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.

Para pejabat Iran secara konsisten menegaskan bahwa Washington harus terlebih dahulu mencabut blokade yang mereka anggap ilegal terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebelum putaran negosiasi baru dapat dimulai. Teheran juga menekankan bahwa selama blokade tersebut masih diberlakukan, mereka tidak akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, blokade yang diterapkan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran dilaporkan belum berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memutus aliran pendapatan Iran dari sektor minyak.