KabarDermayu.com – Sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas TNI diduga melawan arah di kawasan Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan, menjadi viral di media sosial.
Mobil berpelat nomor 1-45 tersebut disebut-sebut sebagai kendaraan milik seorang perwira tinggi TNI.
Dalam rekaman amatir yang tersebar, mobil dinas itu terlihat nekat menerobos kemacetan dengan mengambil jalur yang berlawanan arah.
Aksi tersebut sontak memicu teguran dari pengguna jalan lain yang merasa terganggu.
Namun, kendaraan dinas tersebut tetap melanjutkan perjalanannya tanpa mengalah.
Menanggapi kehebohan di dunia maya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, akhirnya buka suara.
Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian, kondisi lalu lintas di area tersebut memang sedang padat.
Ditambah lagi, hujan lebat yang mengguyur turut memperparah kemacetan yang ada.
“Kendaraan dinas yang terekam dalam video berada dalam posisi terjebak di tengah kemacetan dan ruang gerak yang terbatas, baik untuk maju maupun mundur,” ujar Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan pada Selasa, 5 Mei 2026.
Menurutnya, situasi di lapangan saat itu cukup kompleks dan memerlukan penyesuaian.
Disebutkan pula bahwa sejumlah pengguna jalan turut berupaya mengurai kemacetan dengan mengatur posisi kendaraan mereka.
Hal ini dilakukan agar arus lalu lintas dapat kembali bergerak normal.
Baca juga: Pelatih Persija Beri Peringatan untuk Persib Menjelang Laga Penting
Namun, Brigjen TNI Donny Pramono menilai bahwa video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan kejadian secara utuh.
Ia khawatir potongan video tersebut dapat menimbulkan persepsi yang keliru di kalangan masyarakat.
“Potongan video yang beredar hanya menampilkan sebagian situasi, sehingga menimbulkan persepsi seolah-olah kendaraan dinas tersebut menjadi penyebab utama kemacetan,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menyinggung adanya dugaan provokasi saat proses perekaman video berlangsung.
“Kami juga mencatat bahwa dalam proses perekaman, terdapat upaya provokasi terhadap pengendara mobil dinas,” tambahnya.
TNI AD, lanjutnya, tetap menekankan kepada seluruh prajurit agar senantiasa tertib berlalu lintas.
Mereka diharapkan dapat menjadi contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat luas.
Brigjen TNI Donny Pramono juga mengimbau kepada publik agar tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan.
Hal ini terutama jika informasi yang diterima hanya berasal dari potongan video yang beredar.
“Apabila dalam pendalaman ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.





