KabarDermayu.com – Sebuah insiden keributan di sebuah warung di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi viral setelah rekaman videonya tersebar luas di media sosial. Video tersebut menampilkan aksi kekerasan dan perusakan yang diduga melibatkan seorang prajurit TNI.
Dalam rekaman yang beredar, tampak situasi awalnya hanya adu mulut antara pembeli dan penjaga warung. Namun, suasana dengan cepat memanas dan berubah menjadi kekerasan fisik.
Seorang pria yang diduga prajurit TNI, mengenakan baju hitam dan helm putih, terlihat melayangkan pukulan ke arah seorang penjaga warung wanita. Ketika penjaga warung pria mencoba melindungi, pelaku justru semakin bertindak agresif.
Aksi pelaku tidak berhenti pada pemukulan. Ia juga merusak sejumlah fasilitas di warung tersebut, termasuk menghantam etalase dan lemari pendingin menggunakan tabung gas LPG berukuran 3 kilogram.
Situasi semakin membesar hingga warga sekitar terpaksa turun tangan untuk melerai dan menjauhkan pelaku dari lokasi kejadian. Insiden ini dilaporkan telah ditangani oleh Polisi Militer TNI.
“Iya (sudah monitor). Sudah ditangani POM,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian. Menurutnya, insiden ini berawal dari kesalahpahaman saat transaksi di warung yang kemudian berujung pada cekcok.
Baca juga: Anggaran Rp27 Miliar untuk Sepatu, Mensos Beri Penjelasan
“Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok,” kata Donny.
Ia menambahkan, dalam peristiwa tersebut, justru seorang prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung. Saat ini, prajurit tersebut sedang menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran.
“Dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran,” jelas Donny.
Donny menegaskan bahwa seluruh rangkaian kejadian saat ini sedang didalami oleh pihak terkait. Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif.
Aparat kepolisian bersama TNI terus berkoordinasi untuk menyelesaikan kasus ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap,” ujarnya.
TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini sebagai bentuk komitmen TNI AD dalam menegakkan disiplin dan hukum.





