Hankook Menjamin Kelancaran Rantai Pasok

oleh -6 Dilihat
Hankook Menjamin Kelancaran Rantai Pasok

KabarDermayu.com – PT Hankook Tire Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam upaya memperkuat keberlanjutan rantai pasok karet alam.

Melalui program yang diinisiasi ini, perusahaan menyalurkan bantuan berupa bahan penggumpal karet, yakni 2.500 kg asam format (formic acid), 1.000 kg pupuk NPK, serta 200 pisau sadap kepada para petani di Desa Marga Mulia, Sumatera Selatan. Kegiatan ini mengusung tema ‘Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber’.

Indonesia memegang posisi penting sebagai salah satu produsen karet terbesar kedua di dunia. Data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2023 menunjukkan bahwa produksi karet nasional mencapai sekitar 2,65 juta ton. Sektor ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perkebunan rakyat, perkebunan negara, hingga sektor swasta, yang secara kolektif berkontribusi pada produksi nasional.

“Melalui program ini, kami ingin menjawab tantangan yang dihadapi di sektor hulu industri karet, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi. Kami memahami bahwa ban berkualitas tinggi berawal dari karet yang diolah melalui proses koagulasi yang tepat. Namun, penggunaan bahan koagulan tertentu masih menimbulkan risiko bagi kesehatan dan lingkungan,” ujar Jung Jinkyun, Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, dalam keterangan resminya pada Rabu, 6 Mei 2026.

Di sisi lain, luas lahan perkebunan karet mengalami penyusutan yang signifikan, dengan penurunan rata-rata sekitar 5,7 persen per tahun. Fenomena ini berdampak langsung pada kualitas dan konsistensi pasokan karet di sepanjang rantai produksi.

Sejalan dengan kondisi tersebut, program ini menjadi bagian integral dari upaya Hankook dalam meningkatkan kualitas karet dari sektor hulu. Melalui inisiatif ini, perusahaan juga berupaya mendorong proses produksi yang lebih optimal, sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang esensial untuk produk ban Hankook.

“Oleh karena itu, melalui donasi asam format hari ini, kami menghadirkan solusi bahan pengental yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan para petani. Hal ini juga memastikan proses pengolahan yang lebih terstandarisasi dan efisien, sehingga kualitas bahan baku dapat lebih terjamin,” tambahnya.

Selain bantuan berupa alat produksi, program ini juga mencakup pelatihan teknis dan demonstrasi langsung kepada 200 petani karet mengenai penggunaan asam format yang tepat dan aman. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani dalam mendukung kualitas hasil panen yang unggul dan berkelanjutan. Selain itu, juga memastikan penggunaan pupuk dan asam format dilakukan sesuai takaran yang dianjurkan untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan dan mengoptimalkan efisiensi biaya produksi.

Baca juga: Guru Honorer: Ancaman Penghentian Mengajar di 2027?

Asam format memiliki peran krusial dalam proses pengolahan karet, terutama dalam membantu pengentalan lateks. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan kualitas bahan baku yang lebih konsisten dan sesuai dengan standar industri ban.

Chaikrit Rattana, Direktur PT Sri Trang Lingga Indonesia, yang merupakan mitra strategis Hankook dalam distribusi bahan baku karet alam berspesifikasi teknis dari petani lokal, menyatakan bahwa menjaga kualitas karet memerlukan proses yang konsisten sejak awal. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.

“Tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pengolahan karet, tetapi juga memperkuat hubungan antara petani dan pelaku industri. Kami juga mengapresiasi upaya Hankook dalam memberdayakan petani lokal di Kota Palembang guna menciptakan rantai pasok yang lebih inklusif, meskipun wilayah operasional utama kami berada di Cikarang,” ujarnya.

Malvin, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Kecamatan Rambang, Muara Enim, Sumatera Selatan, turut menyampaikan apresiasinya. “Kami mengapresiasi upaya Hankook dalam mendorong proses pengolahan karet yang lebih ramah lingkungan melalui donasi asam format kepada petani dan pemasok lokal. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya dapat membantu meningkatkan praktik pengolahan karet yang lebih baik, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi produktivitas petani dan pengembangan sektor perkebunan karet di Sumatera Selatan ke depannya.”

Sebagai informasi, sejak pertama kali diluncurkan di Kalimantan pada tahun 2022, Hankook secara konsisten mengimplementasikan dan memperluas program ini ke berbagai wilayah. Hal ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan produktivitas petani karet sekaligus memperkuat praktik pengadaan yang bertanggung jawab di sektor karet alam.

Pada tahun ini, inisiatif tersebut diperkenalkan di Sumatera Selatan untuk semakin memperluas dampaknya dan menjangkau lebih banyak petani lokal. Selain itu, sejak tahun 2018, Hankook, yang terdaftar sebagai anggota GPSNR (Global Platform for Sustainable Natural Rubber), juga telah menerapkan kebijakan karet alam berkelanjutan. Kebijakan ini bertujuan untuk menjunjung tinggi transparansi, melindungi hak asasi manusia, serta menjaga kelestarian lingkungan, termasuk melalui upaya pencegahan deforestasi dan perlindungan lahan gambut.

Ke depan, Hankook Tire Indonesia berencana menjadikan program ini sebagai inisiatif tahunan yang berkelanjutan. Fokusnya adalah pada penguatan edukasi petani, peningkatan kualitas bahan baku, serta penerapan praktik pengolahan karet yang lebih ramah lingkungan dan terstandarisasi. Melalui inisiatif ini, Hankook Tire Indonesia menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya sekadar komitmen, melainkan juga strategi jangka panjang dalam membangun industri otomotif yang lebih tangguh, inklusif, dan bertanggung jawab.