KabarDermayu.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama berbagai pemangku kepentingan secara intensif memperkuat sinergi. Tujuannya adalah untuk mempercepat operasional penuh Terminal Kijing yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Upaya ini difokuskan pada penguatan konektivitas infrastruktur dan ekosistem logistik.
Perhatian terhadap percepatan ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan kementerian/lembaga serta para pemangku kepentingan terkait. Diskusi ini dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Terminal Kijing pada Selasa, 5 Mei. Peserta FGD mencakup perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ditambah sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak terkait lainnya.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, secara tegas menekankan bahwa konektivitas yang memadai, khususnya akses jalan menuju terminal, merupakan faktor krusial. Faktor ini menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan seluruh potensi operasional Terminal Kijing.
“Keberhasilan Terminal Kijing sangat bergantung pada konektivitas yang terintegrasi, terutama dari sisi infrastruktur jalan,” ujar Roy, seperti dikutip dari keterangannya pada Rabu, 6 Mei 2026. Ia memaparkan bahwa percepatan pembangunan akses jalan dan jembatan, serta rencana pembangunan jalan tol, merupakan bagian integral yang sangat penting. Semua ini dirancang untuk mendukung kelancaran arus logistik.
“Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam skema pembiayaan dengan melibatkan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Dukungan investasi yang terintegrasi akan membantu menekan biaya pembangunan dan berdampak pada tarif tol yang lebih terjangkau,” jelasnya lebih lanjut mengenai pentingnya kerja sama pembiayaan.
Baca juga: Tiongkok Pastikan Dukungan untuk Iran Sebelum Trump Berkunjung
Roy menambahkan bahwa rencana pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Bandara Supadio dengan Terminal Kijing memiliki panjang sekitar 100 kilometer. Pembangunan ini akan secara signifikan memperkuat konektivitas multimoda di wilayah tersebut.
“Integrasi ini akan mempercepat arus logistik sekaligus meningkatkan daya saing wilayah Kalimantan Barat,” tegasnya, menyoroti manfaat ganda dari konektivitas yang lebih baik.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya percepatan operasional Terminal Kijing. Ia menggarisbawahi betapa pentingnya keberadaan terminal ini bagi masyarakat Kalimantan Barat.
“Keberadaan Terminal Kijing sangat penting bagi masyarakat Kalimantan Barat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperlancar distribusi logistik,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pembangunan akses menuju terminal harus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat secara umum.
“Kami berharap pembangunan akses menuju Terminal Kijing dapat mengedepankan jalan umum, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk logistik tetapi juga mobilitas masyarakat secara lebih luas,” tambahnya, mengusulkan agar pembangunan akses juga memprioritaskan kebutuhan mobilitas warga.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menegaskan kesiapan operasional Terminal Kijing. Ia juga menyampaikan komitmen kuat Pelindo dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan terminal tersebut.
“Kami memastikan kesiapan operasional Terminal Kijing, baik dari sisi fasilitas, layanan, maupun dukungan ekosistem di dalam kawasan pelabuhan,” ujar Farid. Ia menambahkan bahwa Pelindo secara terus-menerus berupaya meningkatkan utilisasi terminal.
Peningkatan utilisasi ini dilakukan melalui penguatan arus kargo serta integrasi dengan kawasan industri yang berada di sekitarnya. “Optimalisasi Terminal Kijing tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada dukungan konektivitas serta kepastian pipeline kargo,” jelasnya.
“Dengan sinergi seluruh pihak, kami optimistis terminal ini dapat meningkatkan efisiensi rantai logistik di Kalimantan Barat,” tambahnya, menyampaikan optimisme terhadap peran terminal dalam efisiensi logistik.
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan tersebut, para pihak yang hadir melakukan penandatanganan komitmen bersama. Komitmen ini secara khusus ditujukan untuk mendukung percepatan operasional penuh Terminal Kijing. Pihak-pihak yang membubuhkan tanda tangan antara lain Direktur Komersial Pelindo Farid Padang, Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Anto Julianto, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, serta Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burbadi. (LAN)





