Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kecelakaan Maut di Sumsel

oleh -5 Dilihat
Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kecelakaan Maut di Sumsel

KabarDermayu.com – Misteri kecelakaan maut yang merenggut 16 nyawa di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mulai menemui titik terang setelah polisi mengungkap dugaan baru di balik tragedi tersebut.

Kecelakaan yang melibatkan bus ALS dan truk tangki BBM ini awalnya diduga hanya karena hilangnya kendali. Namun, penyelidikan polisi menemukan fakta bahwa sopir bus sempat berupaya menghindari lubang di jalan.

Upaya menghindari lubang tersebut rupanya berujung fatal. Sopir bus dilaporkan membanting setir ke jalur berlawanan, yang kemudian berujung tabrakan maut dengan truk tangki BBM yang datang dari arah berlawanan.

Kepala Bidang Hubungan Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa saat kejadian, bus ALS sedang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.

“Diduga mobil ALS menghindari lubang dan membelokan mobil ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi sehingga menabrak mobil tangki dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau,” tuturnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Baca juga: Perempuan Terungkap Lewat Kain, Warna, dan Sunyi

“Tim terpadu dari Ditlantas di bawah pimpimpinan pak Dirlantas termasuk laboratorium forensik, TAA Laka dan Jasa Raharja sudah di TKP untuk melaksanakan kegiatan olah TKP terpadu untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan sebagainya,” katanya.

Sebelumnya, kecelakaan maut ini telah menimbulkan duka mendalam di masyarakat. Tabrakan dahsyat antara bus ALS dan truk tangki BBM di Jalinsum Muratara, Sumatera Selatan, ini menewaskan 16 orang di lokasi kejadian.

Kapolres Muratara, Ajun Komisaris Besar Polisi Rendy Surya Aditama, mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengarah pada faktor human error.

“Kemungkinan besar disebabkan oleh human error, meskipun kita lihat di TKP (tempat kejadian perkara) masih ada beberapa jalan yang berlubang,” tutur dia, Rabu, 6 Mei 2026.

Keterangan dari kernet bus yang selamat turut memperkuat dugaan tersebut. Kernet bus melaporkan bahwa sopir hilang kendali sesaat sebelum tabrakan terjadi.

“Namun sementara pengakuan dari kernet bahwa si sopir ini hilang kendali sehingga membanting ke arah kanan sisi berlawanan, begitu untuk sementara,” tuturnya.