KabarDermayu.com – Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira, menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam mengakselerasi hilirisasi serta pemanfaatan gas bumi di Tanah Air.
Menurutnya, keberhasilan transformasi energi tidak dapat hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata. Inisiatif dari sektor swasta dalam hal investasi, inovasi, dan kesiapan infrastruktur juga sangat krusial.
Pernyataan ini disampaikan Anggawira dalam acara *Talkshow* dan Konferensi Pers yang mengusung tema “CNG dan LNG Untuk Rakyat: Solusi Nyata Substitusi LPG dan Swasembada Energi Nasional”. Acara tersebut digelar di Energy Hub, Epiwalk Kuningan, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026.
“Para pelaku usaha memegang peranan strategis dalam membangun ekosistem energi yang berbasis gas. Kami menyatakan kesiapan kami untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam hal investasi dan pengembangan infrastruktur,” ujar Anggawira dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis, 7 Mei 2026.
Anggawira juga mengemukakan pandangannya bahwa pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi alternatif tidak hanya akan memberikan dampak positif pada efisiensi subsidi dan pengurangan ketergantungan pada impor. Lebih dari itu, ini berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan industri nasional.
“Ini bukan sekadar tentang menyediakan energi yang lebih terjangkau, namun juga bagaimana kita mampu menciptakan industri baru, membuka lapangan kerja, serta secara keseluruhan meningkatkan daya saing bangsa kita,” jelas Anggawira.
Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI), Dian Kuncoro, menyatakan dukungan penuh pihaknya terhadap arah kebijakan pemerintah. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan CNG dan LNG sebagai solusi energi substitusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Pada dasarnya, kami di asosiasi memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah terkait optimalisasi CNG dan LNG. Tujuannya adalah untuk menggantikan energi yang saat ini masih sangat bergantung pada impor. Ini bukan hanya isu energi, melainkan juga menyangkut kemandirian bangsa,” tegas Dian.
Di sisi lain, pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), yang diwakili oleh Laode Sulaeman, menyatakan bahwa peta jalan terkait program ini masih dalam tahap kajian mendalam. Oleh karena itu, pengumumannya kepada publik belum dapat dilakukan.
Laode Sulaeman belum dapat merinci secara spesifik peran PT Pertamina (Persero) dan pihak swasta dalam berbagai tahapan program, mulai dari pemenuhan pasokan gas bumi, proses pengisian CNG, hingga distribusi CNG ukuran 3 kg.
“Mengenai pola pelaksanaannya, saya belum bisa mengumumkannya karena masih dalam proses penyusunan oleh tim. Bapak Menteri sendiri memimpin langsung proses ini, jadi setelah selesai, akan disampaikan langsung oleh beliau. Akan ada aspek penyiapan tabung, serta proses distribusinya, kan? Nah, ini semua harus selaras dan terintegrasi,” ujar Laode.
Baca juga: Letjen Robi Herbawan Jabat Kepala BAIS TNI
Pemanfaatan gas bumi diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam mendorong substitusi penggunaan LPG, mewujudkan efisiensi subsidi energi, memperkuat industri dalam negeri, serta mempercepat pencapaian swasembada energi bagi Indonesia.





