Usulan Muktamar ke-35 PBNU Digelar di Lirboyo oleh Forum Rois Syuriyah PCNU Jawa Timur

oleh -5 Dilihat
Usulan Muktamar ke-35 PBNU Digelar di Lirboyo oleh Forum Rois Syuriyah PCNU Jawa Timur

KabarDermayu.com – Forum Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur telah menyampaikan usulan dan rekomendasi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Usulan ini berkaitan dengan penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang direkomendasikan untuk dilaksanakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdul Muid Shohib, menyatakan bahwa forum mengusulkan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU. Ia menekankan bahwa Lirboyo memiliki rekam jejak yang panjang dalam bidang keilmuan, kaderisasi ulama, serta pengabdiannya kepada NU.

Acara forum yang menghasilkan rekomendasi penting bagi PBNU ini diselenggarakan di Aula An-Nawawy, Pondok Pesantren Lirboyo. Forum ini dihadiri oleh para Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur pada hari Kamis, 7 Mei 2026.

Selain menentukan lokasi Muktamar ke-35 NU, forum juga mendesak PBNU untuk segera menggelar Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pelaksanaan acara-acara ini diharapkan dapat berjalan dengan baik, bersih, transparan, serta menjunjung tinggi etika dan kepatutan.

Hal tersebut penting mengingat NU adalah organisasi para ulama. Oleh karena itu, seluruh proses harus berpedoman penuh pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan seluruh peraturan perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Lebih lanjut, forum juga meminta agar PBNU segera mengadakan rapat pleno sebelum pelaksanaan Munas dan Konbes. Ini sebagai langkah persiapan yang matang sebelum agenda yang lebih besar.

Baca juga: Serial India Sayali Siap Memancing Emosi dengan Air Mata dan Konflik Keluarga

Gus Muid, sapaan akrab KH Abdul Muid Shohib, menambahkan bahwa forum juga meminta PBNU untuk melibatkan para sesepuh dari unsur Mustasyar PBNU. Keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan dan kebijakan penting serta strategis menuju Muktamar diharapkan dapat menghormati kebijaksanaan ulama sepuh.

Hal ini juga bertujuan untuk menjaga kearifan dalam setiap proses pengambilan keputusan yang akan diambil oleh PBNU. Pendekatan ini diharapkan membawa nuansa musyawarah yang lebih mendalam.

Gus Muid menegaskan pandangan forum bahwa NU sejatinya adalah pesantren besar, dan pesantren adalah representasi dari NU dalam skala yang lebih kecil. Oleh karena itu, forum memohon agar Muktamar ke-35 NU diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren.

Tujuannya adalah untuk meneguhkan kembali ruh, tradisi, dan nilai-nilai dasar perjuangan jamiyyah Nahdlatul Ulama. Penyelenggaraan di lingkungan pesantren diharapkan dapat memperkuat identitas ke-NU-an.

Forum tersebut juga berharap agar rekomendasi yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian bersama. Hal ini penting demi menjaga marwah organisasi, memperkuat persatuan jamiyyah, serta memastikan seluruh proses menuju Muktamar ke-35 berjalan penuh hikmah, musyawarah, dan tanggung jawab keorganisasian.

Kegiatan forum ini dihadiri oleh berbagai elemen penting NU, termasuk para kiai sepuh, pengasuh pondok pesantren, serta jajaran pengurus NU dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen terhadap kemajuan dan keberlangsungan organisasi.