Grace Natalie Tegaskan Tak Ada Masalah dengan Jusuf Kalla

oleh -7 Dilihat
Grace Natalie Tegaskan Tak Ada Masalah dengan Jusuf Kalla

KabarDermayu.com – Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menyatakan tidak memiliki masalah pribadi dengan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK).

Grace Natalie mengaku terbuka untuk berdiskusi langsung dengan Jusuf Kalla.

Pernyataan ini disampaikan Grace sebagai respons terhadap beredarnya video dirinya yang menanggapi ceramah Jusuf Kalla, yang kemudian berujung pada laporan polisi di Bareskrim Polri.

Grace Natalie menekankan bahwa ia tidak pernah memiliki masalah apapun dengan Jusuf Kalla sebagai pribadi. Ia juga menilai pernyataannya selama ini bersifat normal.

Baca juga: Pengembangan Pusat Riset Teknologi, Akademi AI & Robotik oleh Bumi Serpong Damai dan ASIX

Meskipun bersedia untuk berdiskusi dan bertemu, Grace menyebut bahwa belum ada komunikasi yang terjalin antara dirinya dan Jusuf Kalla.

Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak pernah mempunyai masalah dengan Pak JK. Grace menambahkan bahwa sudah cukup lama tidak bertemu dengan beliau dan teman-teman dapat memeriksa rekam jejak pribadinya yang tidak pernah bermasalah dengan Jusuf Kalla.

Sebelumnya diberitakan, polemik yang timbul dari potongan video ceramah Jusuf Kalla memasuki babak baru. Puluhan organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama secara resmi melaporkan sejumlah tokoh ke Bareskrim Polri.

Tiga nama yang dilaporkan adalah Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie. Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 4 Mei 2026.

Gurun Arisastra, perwakilan pelapor dari LBH Syarikat Islam/SEMMI, menjelaskan bahwa langkah hukum ini diambil karena pihaknya menilai adanya narasi yang dianggap menyesatkan publik.

Gurun Ari Sastra, yang juga mewakili Lembaga Bantuan Hukum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, Lembaga Bantuan Hukum Syarikat Islam, LBH Muhammadiyah, Hidayatullah, AFKN, dan organisasi lainnya, menyatakan bahwa mereka telah melaporkan tiga figur publik tersebut.

Menurut Gurun, persoalan bermula dari beredarnya video ceramah Jusuf Kalla yang hanya ditampilkan sebagian. Hal ini, katanya, memicu persepsi yang dinilai tidak utuh di tengah masyarakat.

Gurun menambahkan bahwa dalam video tersebut, mereka membingkai seolah-olah Pak JK dalam ceramahnya dituduh terkait dengan pembahasan ajaran agama Kristen mengenai syahid.

Padahal, lanjut Gurun, dalam versi utuh ceramah tersebut, tidak ada pembahasan seperti yang dipersepsikan. Ia menjelaskan bahwa konteks sebenarnya dari ceramah tersebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap cara masyarakat memahami suatu ajaran.