Aset BSN Melonjak Lebih dari 2.000 Persen Mencapai Rp73 Triliun, Laba Bersih Meningkat 313,85 Persen

oleh -7 Dilihat
Aset BSN Melonjak Lebih dari 2.000 Persen Mencapai Rp73 Triliun, Laba Bersih Meningkat 313,85 Persen

KabarDermayu.com – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mencatatkan kinerja finansial yang sangat mengesankan sepanjang tahun buku 2025. Pertumbuhan laba bersih yang melampaui 300% secara tahunan menjadi bukti nyata lonjakan kinerja tersebut.

Kinerja gemilang ini merupakan dampak langsung dari aksi korporasi strategis, yaitu pemisahan unit usaha syariah (spin off) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang dilaksanakan pada Desember 2025. Melalui proses ini, Bank BSN berhasil mengintegrasikan aset dan liabilitas dari Bank Victoria Syariah serta Unit Usaha Syariah (UUS) BTN.

Berdasarkan laporan keuangan resmi perseroan, laba bersih Bank BSN pada akhir tahun 2025 mencapai Rp83,64 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan drastis sebesar 313,85% jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp20,21 miliar. Pencapaian ini sangat luar biasa, mengingat rekam jejak UUS BTN sebelumnya yang secara konsisten membukukan pertumbuhan di atas rata-rata industri perbankan syariah.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa hasil yang diraih merupakan buah dari kerja keras seluruh karyawan serta dukungan penuh dari para pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan kepercayaan yang diberikan.

“Pencapaian ini adalah anugerah dan bukti kepercayaan stakeholder. Dukungan BTN sebagai induk menjadi motor bagi Bank BSN untuk memberikan performa terbaik,” ujar Alex dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Peningkatan signifikan juga terlihat pada sisi neraca keuangan. Total aset Bank BSN per 31 Desember 2025 mencapai Rp73,07 triliun. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 2.104,5% dibandingkan posisi tahun 2024 yang hanya sebesar Rp3,31 triliun. Dengan pencapaian aset ini, Bank BSN secara otomatis memantapkan posisinya sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

Selain itu, lompatan kinerja dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BSN sepanjang tahun 2025 juga sangat impresif. DPK melonjak tajam menjadi Rp58,73 triliun, yang berarti tumbuh sebesar 4.206,5% dari posisi tahun 2024 yang sebesar Rp1,36 triliun.

Baca juga: Teori VECI Jimmy Gani untuk Meningkatkan Daya Saing BUM Desa

Dari sisi fungsi intermediasi, Bank BSN berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp54,87 triliun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4.083,8% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang hanya Rp1,31 triliun.

Kinerja positif Bank BSN juga didorong oleh penguatan pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil. Pendapatan pengelolaan dana sebagai Mudharib tercatat sebesar Rp2,73 triliun, naik 1.112,3% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp224,8 miliar.

Alex menambahkan bahwa ke depan, Bank BSN akan memfokuskan strategi pada penguatan ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah dengan mengedepankan inovasi digital. Hal ini sejalan dengan visi Bank BSN untuk menjadi bank syariah modern dan berorientasi pada teknologi.

“Kami bertekad menjadi bagian dari bank syariah modern dan digital-minded. Seluruh layanan akan disambungkan secara digital untuk mempermudah akses masyarakat kapan saja dan di mana saja,” ungkap Alex.

Selain inovasi layanan, Bank BSN berkomitmen untuk mengisi ruang-ruang potensial yang masih terbuka lebar dalam ekosistem syariah nasional. Melalui model literasi keuangan yang inklusif, perusahaan berharap dapat mendorong edukasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan syariah untuk memenuhi kebutuhan finansial di masa depan.

Hingga 31 Desember 2025, Bank BSN memiliki jaringan operasional yang luas di seluruh Indonesia. Terdapat 37 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, 3 outlet prioritas, dan 546 Kantor Layanan Syariah (KLS). Jaringan ini didukung oleh infrastruktur ATM yang terintegrasi penuh (inline) dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai induk usaha.