BRI Mendukung Pembangunan Berkelanjutan, Ekonomi Hijau, dan Inklusif

oleh -5 Dilihat
BRI Mendukung Pembangunan Berkelanjutan, Ekonomi Hijau, dan Inklusif

KabarDermayu.com – Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif, pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial.

Selaras dengan komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya melalui penyaluran kredit berorientasi pada keberlanjutan (sustainability). Hal ini mencakup pembiayaan UMKM serta dukungan terhadap sektor ramah lingkungan di berbagai wilayah.

Dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Jakarta, 30 April, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K. mengungkapkan bahwa prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) merupakan identitas yang telah terintegrasi dalam model bisnis perseroan. Aspek keberlanjutan menjadi pilar utama penciptaan nilai jangka panjang.

Pemberdayaan ekonomi rakyat dan pelestarian lingkungan telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan BRI. Hal ini menunjukkan komitmen kuat perseroan dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab.

Baca juga: Israel Tertekan oleh Serangan Drone Canggih Hizbullah

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) atau Social Loan senilai Rp718,8 triliun. Jumlah ini setara dengan 53% dari total pinjaman BRI.

Portofolio KUBS ini difokuskan pada pembiayaan UMKM. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi inklusi keuangan dan penciptaan lapangan kerja di seluruh Indonesia.

Sementara itu, porsi Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) atau Green Loan tercatat sebesar Rp96,6 triliun. Angka ini setara dengan 7,1% dari total pinjaman.

Penyaluran Green Loan ini disalurkan ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan bangunan hijau. Berbagai sektor ramah lingkungan lainnya juga mendapatkan dukungan.

Tujuannya adalah untuk mendukung tercapainya ekonomi rendah karbon. BRI berperan aktif dalam transisi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Optimalisasi pada sisi aset diimbangi dengan penguatan struktur liabilitas. Hal ini dilakukan melalui pengembangan Sustainable Wholesale Funding. Hingga akhir Triwulan I 2026, total Sustainable Wholesale Funding mencapai Rp39,3 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 78,2% dari total Wholesale Funding BRI. Penguatan liabilitas ini menunjukkan diversifikasi sumber pendanaan yang lebih berkelanjutan.

“Secara keseluruhan, pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan di BRI tidak lagi sekadar memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah terintegrasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan,” ujar Viviana. Hal ini menunjukkan komitmen BRI yang mendalam terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya.