BTN Gandeng IDM Tingkatkan Sektor Pariwisata Indonesia

oleh -4 Dilihat
BTN Gandeng IDM Tingkatkan Sektor Pariwisata Indonesia

KabarDermayu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko atau InJourney Destination Management (IDM) Kompleks Candi Prambanan. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat sektor pariwisata nasional melalui integrasi layanan keuangan dan digital.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dan Direktur Utama IDM, Febrina Intan. Kesepakatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menekankan pentingnya kemajuan pariwisata sebagai indikator kemajuan negara. Ia menyatakan bahwa pengembangan industri pariwisata merupakan prioritas utama bagi Indonesia.

Nixon menegaskan bahwa keterlibatan BTN di sektor pariwisata merupakan bagian dari komitmen jangka panjang. BTN telah aktif mendukung berbagai aktivitas budaya di destinasi yang dikelola IDM, seperti Swara Prambanan dan Pasar Medang.

Ia menambahkan bahwa pariwisata dan budaya berperan sebagai katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan komitmen BTN dalam mendukung pelestarian budaya serta pemberdayaan pelaku ekonomi lokal, termasuk seniman dan UMKM.

Melalui kerja sama ini, BTN akan memperluas implementasi layanan keuangan dan inovasi digital di kawasan destinasi wisata. Layanan ini mencakup kemudahan transaksi bagi pengunjung dan pelaku usaha di Taman Wisata Candi (TWC) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Nixon melihat tingginya jumlah kunjungan di destinasi seperti TMII, Candi Borobudur, dan Prambanan sebagai peluang untuk menghadirkan sistem transaksi yang lebih efisien dan modern. Digitalisasi yang dikembangkan mencakup pembelian tiket, layanan makanan dan minuman (F&B), hingga berbagai aktivitas wisata dalam satu ekosistem terintegrasi.

Dengan dukungan lebih dari 7 juta nasabah dan 4 juta pengguna Bale by BTN, perseroan menargetkan perluasan basis nasabah, khususnya dari segmen generasi muda dan keluarga. Langkah ini diharapkan menciptakan nilai tambah bagi pelaku UMKM serta masyarakat di sekitar destinasi.

Selain digitalisasi, BTN juga terus menyalurkan pembiayaan untuk pengembangan infrastruktur pariwisata. Pembiayaan ini mencakup hotel, fasilitas wisata, transportasi, hingga pemberdayaan UMKM. Sebelumnya, BTN telah menjalin kemitraan dengan berbagai pelaku industri pariwisata seperti Ancol dan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI).

Nixon berharap kolaborasi ini mampu mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan memperkuat industri pariwisata nasional secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama IDM, Febrina Intan, menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara sektor jasa keuangan dan pengelola destinasi. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman wisata berkelas dunia di kawasan Borobudur, Prambanan, Keraton Ratu Boko, serta TMII.

Febrina menjelaskan bahwa ini merupakan wujud orkestrasi antar-BUMN untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia. Tujuannya adalah membangun ekosistem pengalaman yang utuh dan bermakna.

Kerja sama BTN dan IDM mencakup pengembangan berbagai program berbasis intellectual property (IP) di kawasan destinasi. Ini termasuk kegiatan yang menyasar generasi muda seperti Festival Lampion dan Move at the Temple.

Selain itu, kolaborasi ini juga mendukung atraksi budaya rutin seperti Ramayana Ballet Prambanan, pertunjukan Roro Jonggrang, dan Shinta Obong. Program serupa juga akan diperluas di TMII melalui berbagai event publik, di antaranya Festival Pecinan, Jelajah Ramadhan, hingga Pesta Rakyat Kemerdekaan.

Kedua pihak juga fokus pada peningkatan kapasitas UMKM di kawasan Pasar Medang, Kampung Seni Borobudur, Prambanan, dan TMII. Ke depan, sinergi ini akan diperkuat melalui optimalisasi promosi, pengembangan aktivasi pemasaran yang inovatif, serta peningkatan kualitas pengalaman pengunjung.

Baca juga di sini: Peningkatan Kasus Bunuh Diri di Kalangan Tentara Israel, Diduga Akibat PTSD dari Konflik Jangka Panjang

Langkah-langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.