Iran Protes Kuota Haji Dipangkas Akibat Sanksi AS

oleh -6 Dilihat
Iran Protes Kuota Haji Dipangkas Akibat Sanksi AS

KabarDermayu.com – Iran menyuarakan protes keras terkait pemotongan kuota jemaah haji tahun ini. Lebih dari 55.000 calon jemaah dilaporkan tidak dapat menunaikan ibadah haji akibat kebijakan tersebut, yang dikaitkan dengan sanksi Amerika Serikat dan situasi keamanan kawasan.

Menurut perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran dalam urusan haji, Seyyed Abdolfattah Navvab, sebagian dari calon jemaah yang terdampak telah menunggu keberangkatan selama lebih dari dua dekade. Mereka telah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan pembayaran.

Baca juga: Real Madrid Jaga Asa Juara Usai Kalahkan Espanyol Berkat Gol Vinicius

Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Alireza Rashidian, menjelaskan bahwa Iran awalnya merencanakan pemberangkatan 86.700 jemaah haji. Namun, angka tersebut terpaksa dikurangi menjadi 30.672 jemaah akibat eskalasi konflik di kawasan dan kendala transaksi keuangan internasional.

Pihak berwenang Iran mengonfirmasi bahwa Iran telah mulai memberangkatkan sekitar 30.000 jemaah haji ke Arab Saudi secara bertahap. Proses pemberangkatan ini dilakukan setelah koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi, dan diperkirakan dimulai pada Senin, 27 April 2026.

Akbar Rezaei, wakil urusan Haji dan Umrah di Organisasi Haji dan Ziarah Iran, menyatakan bahwa pengaturan musim haji tahun ini merupakan hasil kesepakatan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Kontrak dengan penyedia layanan khusus juga telah ditandatangani untuk memastikan perjalanan jemaah terkelola dengan baik dari awal hingga akhir.

Rezaei menambahkan bahwa struktur kelompok jemaah haji telah diorganisasi ulang. Sebanyak 236 kelompok baru telah ditambahkan ke platform elektronik resmi. Persiapan lapangan di Mekkah juga telah dimulai, dengan misi Haji Iran berkoordinasi erat dengan otoritas Saudi, serta kedutaan dan konsulat Iran di sana.

Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran seluruh prosedur dan layanan yang diberikan kepada jemaah. Otoritas telah mengalokasikan 16 hotel di Madinah dan 24 hotel di Mekkah untuk menampung para jemaah. Penginapan yang disediakan diklaim memiliki standar yang lebih baik, dengan masa tinggal yang lebih lama di Madinah, yakni enam malam dan tujuh hari.

Selain akomodasi, perawatan medis juga akan diberikan kepada seluruh jemaah selama mereka menjalankan ibadah haji. Iran memberlakukan operasional penerbangan untuk jemaah haji dari bandara Teheran, Mashhad, dan Zahedan. Hingga kini, lebih dari 9.500 jemaah Iran telah berhasil diberangkatkan ke Arab Saudi melalui 43 penerbangan.