KabarDermayu.com – Peran ibu sebagai penopang ekonomi keluarga di Indonesia bukanlah hal yang baru. Berbagai inisiatif kini digalakkan untuk meningkatkan kesejahteraan para perempuan yang bergantung pada usaha mikro yang mereka jalankan.
Salah satu program yang hadir adalah Mba Maya, yang berarti Membina dan Memberdaya. Program ini fokus pada pendampingan usaha berbasis syariah bagi para perempuan pelaku UMKM. Tujuannya adalah membuka akses pelatihan berkelanjutan bagi ibu-ibu prasejahtera.
Program Mba Maya merupakan hasil kolaborasi antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Langkah ini diambil untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera, yang merupakan mayoritas nasabah PNM, agar mereka dapat mengembangkan usahanya hingga naik kelas.
Peluncuran resmi program Mba Maya dilaksanakan pada Selasa, 6 Mei 2026. Acara ini diikuti oleh lebih dari 30.000 nasabah PNM, baik secara tatap muka maupun daring.
PNM dan MES bertekad untuk memperkuat peran ekonomi syariah sebagai pendorong kemandirian usaha bagi perempuan di Indonesia. Kampanye “Usaha Berkah Dalam Bingkai Ekonomi Syariah” diusung dalam program Mba Maya ini.
Program ini merupakan bagian dari upaya PNM untuk memperluas dampak pembinaan terhadap pelaku usaha ultra mikro yang menjadi fokus utama pembiayaan mereka. Saat ini, PNM telah menyalurkan 73 persen pembiayaannya secara syariah dan memfasilitasi lebih dari 2.300 sertifikasi halal bagi usaha nasabahnya.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya melalui ekosistem syariah. Ia menekankan bahwa program Mba Maya adalah langkah nyata PNM dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia.
Arief menjelaskan lebih lanjut bahwa program Mba Maya akan berfokus pada peningkatan kapasitas usaha perempuan melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Program ini juga merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang bertajuk #CariTauLangkahBaru, yang bertujuan memperluas pembinaan bagi nasabah unggulan.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Ferry Juliantono, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat MES, mengapresiasi langkah PNM dalam menghadirkan program pemberdayaan yang menyasar masyarakat akar rumput. Ia menilai program Mba Maya sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Dalam kesempatan yang sama, Ferry menyoroti sistem pengelolaan data PNM yang dinilainya dapat menjadi contoh bagi lembaga lain, seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). Ia secara khusus memuji keberadaan Command Center PNM yang menampilkan dashboard data yang sangat baik.
“Bisa dicontoh Command Centernya karena penyajian datanya mampu mengubah data yang statis menjadi sangat dinamis dan diperlukan untuk bahan pertimbangan pengambilan kebijakan,” ujar Ferry.
Baca juga: Cara Melaporkan Dugaan Pelanggaran dan Kecurangan SPMB
Acara peluncuran program Mba Maya juga dihadiri oleh Direktur Pembiayaan Syariah LPDB, Ari Permana, dan Pengurus MES, Siti Ma’rifah. Melalui kolaborasi ini, PNM dan MES berharap ekonomi syariah dapat semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperbesar peluang UMKM perempuan untuk berkembang secara berkelanjutan.





