Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Paling Tinggi 2026

oleh -5 Dilihat
Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Paling Tinggi 2026

KabarDermayu.com – Memilih jurusan kuliah tidak lagi bisa hanya didasarkan pada minat pribadi. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, prospek mendapatkan pekerjaan setelah lulus menjadi pertimbangan krusial bagi banyak calon mahasiswa.

Meskipun beberapa jurusan dikenal menawarkan potensi gaji yang tinggi, kenyataannya tidak semua lulusannya mudah menyerap ke pasar kerja. Bahkan, beberapa bidang yang sebelumnya dianggap memiliki prospek cerah justru mencatat tingkat pengangguran yang cukup signifikan.

Data terbaru yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of New York mengindikasikan adanya beberapa jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran tertinggi di kalangan lulusan baru. Perlambatan pasar kerja dan perubahan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Merujuk pada laporan Investopedia pada Jumat, 8 Mei 2026, berikut adalah daftar jurusan kuliah yang menunjukkan tingkat pengangguran tertinggi di tahun ini:

1. Antropologi

Antropologi menduduki peringkat teratas dengan tingkat pengangguran mencapai 9,4 persen. Bidang studi ini dinilai memiliki jangkauan pasar kerja yang lebih terbatas dibandingkan jurusan yang menawarkan keterampilan teknis yang lebih spesifik.

2. Fisika

Fisika menempati posisi kedua dengan tingkat pengangguran sebesar 7,8 persen. Meskipun dikenal menghasilkan lulusan dengan kemampuan analisis yang tinggi, banyak dari mereka harus menghadapi persaingan yang ketat untuk mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan bidang studinya.

Baca juga: BPOM Tarik Izin Edar 11 Produk Kosmetik Berbahaya

3. Teknik Komputer

Teknik komputer atau computer engineering mencatat tingkat pengangguran sebesar 7,5 persen. Lulusan dari bidang ini kemungkinan menghadapi tingkat pengangguran yang relatif tinggi karena sektor teknologi telah mulai mengurangi pengeluaran sejak tahun 2022. Situasi ini menyebabkan permintaan tenaga kerja di industri teknologi tidak sebesar beberapa tahun sebelumnya, termasuk untuk posisi tingkat awal.

4. Seni Komersial dan Desain Grafis

Jurusan seni komersial dan desain grafis memiliki tingkat pengangguran 7,2 persen. Persaingan yang semakin ketat di industri kreatif, ditambah dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), disebut turut memengaruhi peluang kerja bagi lulusan di bidang ini.

5. Seni Rupa

Seni rupa melengkapi daftar ini dengan tingkat pengangguran sebesar 7 persen. Bidang ini dinilai memiliki permintaan pasar kerja yang lebih terbatas jika dibandingkan dengan sektor-sektor lain yang lebih bersifat teknis.

Jurusan dengan Peluang Kerja Terbaik

Di sisi lain, terdapat sejumlah jurusan yang justru menunjukkan tingkat pengangguran yang sangat rendah. Ilmu nutrisi menjadi jurusan dengan tingkat pengangguran terkecil, hanya sebesar 0,4 persen. Disusul oleh layanan konstruksi dengan angka 0,7 persen.

Sementara itu, pendidikan khusus, teknik sipil, serta ilmu hewan dan tumbuhan secara bersama-sama mencatat tingkat pengangguran sekitar 1 persen.

Jurusan yang menawarkan keterampilan yang lebih jelas dan spesifik cenderung memiliki peluang kerja yang lebih baik karena kemampuan lulusannya lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sektor kesehatan dan teknik juga dilaporkan masih mengalami pertumbuhan yang stabil dan peningkatan kebutuhan tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir.

Tips agar Lulusan Baru Lebih Mudah Mendapatkan Pekerjaan

Editor tren dunia kerja di Indeed, Priya Rathod, menyarankan bahwa bagi lulusan dari jurusan dengan tingkat pengangguran tinggi, seperti antropologi, seni rupa, atau desain grafis, kunci utamanya adalah tetap fleksibel dan fokus pada pengembangan keterampilan yang dapat diterapkan di berbagai bidang. Ia menekankan bahwa kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, manajemen proyek, hingga pelayanan pelanggan kini menjadi nilai tambah yang sangat penting di dunia kerja.

Soft skill seringkali menjadi senjata rahasia yang membantu lulusan baru tampil menonjol dan tetap memiliki daya saing di berbagai industri,” ujarnya.

Selain itu, pengalaman magang, bekerja lepas (freelance), pekerjaan paruh waktu, hingga kegiatan sukarela juga dinilai dapat membantu memperkuat resume bagi lulusan baru. “Magang, pekerjaan paruh waktu, freelance, dan pengalaman sukarela merupakan cara berharga untuk memperkuat resume sekaligus memperluas jaringan,” tambahnya.

Menurut Rathod, pekerjaan pertama setelah lulus kuliah tidak harus selalu menjadi pekerjaan impian, dan hal tersebut tidak menjadi masalah. “Jurusan kuliah hanyalah titik awal, bukan batasan,” tegas Rathod.