Jerman Tegaskan Penarikan Pasukan AS Bukan Balasan Trump

oleh -5 Dilihat
Jerman Tegaskan Penarikan Pasukan AS Bukan Balasan Trump

KabarDermayu.com – Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menampik anggapan bahwa penarikan 5.000 pasukan Amerika Serikat dari Jerman merupakan bentuk pembalasan dari Presiden AS Donald Trump. Merz menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan transatlantik dan bekerja sama dengan Trump, terlepas dari adanya perbedaan pandangan terkait isu Iran.

Pernyataan Merz ini muncul setelah sebelumnya sempat memicu kemarahan Trump. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan menyerah dalam upaya mempererat hubungan kedua negara. Demikian disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan stasiun penyiaran publik ARD yang akan ditayangkan pada Minggu malam, seperti dilaporkan oleh The Guardian.

Merz berupaya meredakan ketegangan dengan Trump. Ia berargumen bahwa pengumuman mendadak mengenai penarikan ribuan tentara Amerika dari pangkalan di Jerman bukanlah sesuatu yang baru dan tidak seharusnya diartikan sebagai tindakan balasan.

“Mungkin agak dibesar-besarkan, tetapi itu bukan hal baru,” ujar Merz saat berbincang dengan pembawa acara talkshow Caren Miosga.

Kritik yang dilontarkan Merz dan para pemimpin Eropa lainnya terhadap kebijakan perang AS-Israel melawan Iran tampaknya telah memperburuk hubungan dengan Trump. Perpecahan terbaru ini terjadi setelah Merz pada 27 April menyatakan bahwa Iran telah “mempermalukan” Washington dalam negosiasi.

Pernyataan tersebut memicu serangkaian respons keras dari Washington, termasuk komentar Trump yang menyebut Merz telah melakukan pekerjaan yang “buruk” sebagai kanselir.

Merz pada hari Minggu menegaskan bahwa keputusan AS mengenai penarikan pasukan tersebut “tidak ada hubungannya” dengan perselisihan yang baru-baru ini terjadi. Kanselir Jerman ini juga tampaknya mengonfirmasi bahwa rencana pengerahan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk AS ke Jerman, yang diumumkan oleh mantan presiden AS Joe Biden, dibatalkan setidaknya untuk sementara waktu.

Merz menyebutkan bahwa penipisan persenjataan akibat perang di Iran dan Ukraina menjadi alasan di balik pembatalan tersebut. “Amerika sendiri tidak memiliki cukup persenjataan saat ini,” jelasnya. “Secara objektif, hampir tidak ada kemungkinan bagi AS untuk melepaskan sistem senjata jenis ini.”

Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa “kesempatan untuk kerja sama di masa depan belum hilang.” Merz meyakini bahwa kekuatan NATO di Eropa dapat terus mencegah Rusia tanpa memerlukan rudal khusus atau pasukan AS tersebut.

Baca juga: Ahmad Dhani Dikritik Lupa Tugas DPR Akibat Drama, Netizen Minta Gerindra Bertindak

Trump Perintahkan Penarikan 5.000 Pasukan AS

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat memerintahkan Pentagon untuk menarik sekitar 5.000 personel militer AS dari Jerman. Keputusan ini diambil di tengah perseteruan publik antara Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Penarikan pasukan ini akan mengembalikan jumlah personel militer AS di Jerman ke tingkat sebelum tahun 2022. Menurut seorang pejabat senior Pentagon, langkah ini akan berdampak pada satuan tempur brigade pasukan AS lainnya yang sudah ditempatkan di Jerman.

Perubahan ini akan memengaruhi batalion penembak jarak jauh yang sebelumnya direncanakan oleh pemerintahan sebelumnya untuk dikerahkan ke negara tersebut pada akhir tahun ini. Keputusan ini diambil seiring dengan pernyataan kekecewaan pemerintahan Trump terhadap Jerman dan sekutu NATO lainnya yang dinilai tidak meningkatkan upaya secara memadai dalam perang Amerika melawan Iran.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengkonfirmasi penarikan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada The Hill. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut “menyusul tinjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan dan kondisi di lapangan.”

Pentagon memperkirakan proses penarikan pasukan akan selesai dalam enam hingga 12 bulan ke depan, menurut Parnell.

Pada hari Rabu pekan lalu, Trump sempat menyatakan bahwa ia sedang meninjau kemungkinan pengurangan pasukan AS di Jerman. Ia menambahkan bahwa keputusan akan dibuat dalam “jangka waktu singkat berikutnya.”

Penarikan pasukan ini juga terjadi di saat hubungan antara Washington dan Berlin semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Trump berulang kali menyatakan pandangannya bahwa Merz salah dalam memperkirakan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran.

“Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan! Jika Iran memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan disandera. Saya sedang melakukan sesuatu dengan Iran, saat ini, yang seharusnya dilakukan oleh negara atau presiden lain sejak lama,” tulis Trump pada hari Selasa di platform media sosial Truth Social. “Tidak heran Jerman begitu buruk, baik secara ekonomi maupun lainnya!”