Laba Bumi Resources Minerals Naik 22 Persen di Kuartal I-2026, Target Produksi Emas 80.000 Troy

oleh -5 Dilihat
Laba Bumi Resources Minerals Naik 22 Persen di Kuartal I-2026, Target Produksi Emas 80.000 Troy

KabarDermayu.com – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengawali tahun 2026 dengan catatan kinerja keuangan yang impresif, menunjukkan pertumbuhan signifikan pada kuartal I-2026.

Meskipun menghadapi tantangan dalam volume produksi, perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih yang cukup menggembirakan. Hal ini didorong oleh peningkatan harga komoditas logam mulia yang menjadi andalannya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, pendapatan BRMS pada kuartal I-2026 mengalami peningkatan sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Pendapatan perusahaan mencapai US$69,47 juta, naik dari US$63,32 juta pada kuartal I-2025.

Kenaikan pendapatan ini secara langsung berdampak positif pada laba bersih perusahaan. Laba bersih BRMS melonjak 22 persen secara tahunan, mencapai US$18,06 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan US$14,85 juta yang tercatat pada kuartal I-2025.

Selain laba bersih, laba operasional perusahaan juga menunjukkan tren positif. Laba operasional tercatat naik menjadi US$28,59 juta, meningkat dari US$27,58 juta pada kuartal I-2025.

Direktur & Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel, menjelaskan bahwa penurunan volume produksi pada kuartal I-2026 disebabkan oleh aktivitas *pushback* di salah satu tambang utama perusahaan. Namun, lonjakan harga emas dunia yang signifikan berhasil menopang kinerja keuangan perusahaan.

“Produksi emas dan perak kami mengalami penurunan pada Q1 2026 dikarenakan operasi *pushback* yang berlangsung di lokasi tambang terbuka River Reef (Poboya, Palu). Namun demikian, kami tetap dapat membukukan kinerja keuangan yang semakin membaik dikarenakan harga jual emas dan perak kami yang semakin meningkat pada periode yang sama,” ujar Charles, dikutip dari keterangan resmi pada Rabu, 30 April 2026.

Charles merinci lebih lanjut mengenai penurunan volume penjualan. Volume penjualan emas tercatat turun dari 21.922 ons menjadi 14.790 ons. Penjualan perak juga mengalami penurunan yang cukup drastis, dari 60.512 ons menjadi 41.043 ons.

Meskipun volume penjualan menurun, kenaikan signifikan pada harga jual kedua logam mulia tersebut berhasil menutupi penurunan tersebut. Harga emas melonjak tajam ke level US$4.512 per ons, dibandingkan dengan US$2.809 per ons pada periode sebelumnya. Demikian pula, harga perak mengalami kenaikan substansial menjadi US$66,81 per ons dari US$28,74 per ons.

Direktur Utama PT Citra Palu Minerals, Damar Kusumanto, menambahkan bahwa penurunan kadar emas ini sebenarnya telah diantisipasi sejak awal tahun melalui operasi *pushback*. Operasi ini diharapkan dapat rampung pada awal Juni 2026.

“Setelah *pushback* berakhir, kami dapat mulai menambang bijih berkadar tinggi pada lokasi bukaan baru di Juni 2026,” ungkap Damar.

Lebih lanjut, Damar membeberkan upaya perusahaan dalam meningkatkan kapasitas pabrik emas secara signifikan. Salah satu pabrik emas milik BRMS diproyeksikan akan mengalami peningkatan kapasitas pengolahan bijih emas dari 500 menjadi 2.000 ton per hari. Peningkatan ini ditargetkan selesai pada bulan Oktober 2026.

Baca juga di sini: Penyelidikan Tragedi KRL vs Argo Bromo Dimulai, Polisi Periksa Bukti dan Rekaman CCTV

Dengan berbagai upaya pengembangan dan kondisi pasar yang mendukung, BRMS menargetkan produksi dan penjualan emas pada tahun 2026 ini dapat mencapai sekitar 80.000 troy ounce.