Letusan Gunung Semeru Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Kilometer

oleh -4 Dilihat
Letusan Gunung Semeru Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Kilometer

KabarDermayu.com – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Minggu pagi, 10 Mei 2026, terjadi erupsi dengan kolom abu letusan yang membubung hingga ketinggian 1.000 meter di atas puncak.

Menurut laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi tersebut terjadi pada pukul 08.16 WIB. Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah utara dan barat laut.

Sigit menambahkan bahwa erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi selama 114 detik. Kejadian ini merupakan kelanjutan dari aktivitas sebelumnya, di mana pada pukul 07.43 WIB, Gunung Semeru juga mengalami erupsi namun kolomnya tidak teramati karena tertutup kabut.

Baca juga: Richard Lee Muak Diperbincangkan Soal Mualaf

Erupsi sebelumnya terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 106 detik. Saat ini, Gunung Semeru berstatus Level III atau Siaga.

Berdasarkan status Siaga tersebut, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius 13 kilometer dari puncak yang merupakan pusat erupsi.

Bagi masyarakat yang berada di luar radius tersebut, diimbau untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang keras beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Area ini dianggap rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Sigit juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Aliran sungai yang perlu diwaspadai secara khusus adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.

Pihak berwenang terus memantau aktivitas Gunung Semeru untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat dan memastikan keselamatan mereka.