Menkominfo: Kesiapan Anak Hadapi Era Digital Penting

oleh -6 Dilihat
Menkominfo: Kesiapan Anak Hadapi Era Digital Penting

KabarDermayu.com – Arus digitalisasi yang bergerak cepat menuntut kesiapan mental dan karakter anak-anak Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti pentingnya peran pendampingan alih-alih sekadar melarang akses internet bagi anak.

Hal tersebut ditekankan langsung oleh Meutya dalam sesi Ngobrol Publik 3 bertajuk ‘Anak di Era Media Sosial: Mewujudkan Ruang Digital yang Berpihak kepada Anak’ di panggung festival pendidikan Belajaraya Jakarta.

Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa ruang digital tidak sepenuhnya berbahaya karena di sisi lain membuka peluang belajar tanpa batas. Namun, Meutya menggarisbawahi pentingnya peran aktif semua pihak demi terciptanya ekosistem digital yang aman serta memberikan perlindungan pada anak.

“Tujuannya bukan membatasi, tetapi memastikan anak siap sebelum terpapar dunia digital,” tegas Meutya Hafid dalam forum tersebut, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.

Peran aktif tersebut salah satunya bermula dari rumah. Menyambung perspektif dari sisi pemerintah, peran aktif keluarga menjadi fondasi pertama pelindung anak.

Turut hadir dalam sesi yang sama, Figur Publik Nikita Willy dan perwakilan Keluarga Kita Siti Nur Andini.

Baca juga: Intip Keindahan Tersembunyi Bali yang Jarang Diketahui

Dari kacamata seorang ibu, Nikita Willy sepakat bahwa perlindungan terbaik berawal dari pola asuh orang tua yang mengedepankan dialog. “Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa didengar, diterima, dan nyaman untuk berdiskusi,” kata Nikita.

Kesiapan anak di era digital juga dibahas lebih tajam dalam sesi Ngobrol Publik 4 yang bertajuk “Berani Bertanya, Berani Bercerita: Mengasah Berpikir Kritis di Tengah Arus Informasi”.

Sesi yang menghadirkan Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an Quraish Shihab, Jurnalis dan Pendiri Narasi Najwa Shihab, serta Animator dan Sutradara Film Ryan Adriandhy ini, menyoroti desakan akan kemampuan menyaring fakta di tengah kepungan arus informasi.

Quraish Shihab menekankan pentingnya membiasakan diri memilah informasi sejak dini. Masyarakat harus bisa membedakan mana informasi yang penting dan bermanfaat, mana yang sekadar candaan, hingga yang berupa kebohongan atau omong kosong.

“Pengetahuan yang paling penting adalah yang menjadikan Anda pribadi yang lebih baik,” ungkap Quraish Shihab.

Sementara itu, Najwa Shihab mengungkapkan, “Berpikir itu butuh jeda untuk menggali konteks dan menguji keyakinan kita. Menunda mengambil kesimpulan untuk berpikir jernih adalah bentuk keberanian sunyi yang kita butuhkan saat ini.”