Mensos Gus Ipul: KPK Beri Banyak Masukan untuk Sekolah Rakyat

oleh -4 Dilihat
Mensos Gus Ipul: KPK Beri Banyak Masukan untuk Sekolah Rakyat

KabarDermayu.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak masukan berharga dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Konsultasi ini secara spesifik berfokus pada program Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menyampaikan bahwa hasil dari konsultasi tersebut memberikan banyak catatan perbaikan. Ia menekankan bahwa masukan ini akan menjadi dasar koreksi dan perbaikan guna memastikan pelaksanaan pencegahan korupsi yang sungguh-sungguh. Tujuannya adalah untuk menutup seluruh celah yang ada, sehingga tercipta proses pengadaan yang transparan dan adil.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul juga secara khusus berkonsultasi dengan KPK mengenai pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat. Kementerian Sosial saat ini tengah menanti hasil analisis dan kajian lebih lanjut dari KPK terkait pengadaan tersebut. Ia menyatakan bahwa KPK yang akan menyampaikan hasil evaluasi tersebut pada waktunya.

Sebelumnya, rencana pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini muncul di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

Kemensos diketahui mengalokasikan anggaran sekitar Rp27 miliar untuk pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat pada tahun 2026. Anggaran ini direncanakan untuk pengadaan sebanyak 39.345 pasang sepatu.

Berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kemensos Tahun Anggaran 2026 yang tercatat dalam sistem SiRUP, harga per pasang sepatu ditetapkan sekitar Rp700 ribu. Total nilai pengadaan ini mencapai Rp27.541.500.000, yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: CapCut Gelar CapCut Gala 2026 untuk Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif RI

Program pengadaan sepatu ini dijalankan oleh Sekretariat Jenderal Kemensos melalui mekanisme e-purchasing. Rencananya, proses pengadaan ini akan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026 sebagai bagian dari upaya dukungan terhadap program Sekolah Rakyat.

Namun, perlu dicatat bahwa dokumen tersebut belum menyajikan rincian spesifikasi sepatu yang akan dibeli. Informasi yang tersedia hanya menyebutkan bahwa produk yang akan diadakan adalah buatan dalam negeri. Keterangan lebih lanjut mengenai bahan, standar kualitas, maupun detail teknis lainnya masih belum disertakan.

Menanggapi hal ini, Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan dalam program tersebut murni ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para siswa. Ia menyatakan bahwa detail penganggaran dapat dikonfirmasi lebih lanjut, namun prinsip dasarnya adalah semua anggaran program Sekolah Rakyat adalah untuk siswa.

Gus Ipul menjelaskan lebih lanjut bahwa kebutuhan siswa dalam program Sekolah Rakyat tidak terbatas pada sepatu saja. Program ini juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar lainnya yang esensial bagi para siswa.

“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya,” papar Gus Ipul.