KabarDermayu.com – PT Bank OCBC NISP Tbk secara resmi telah menandatangani perjanjian akuisisi terhadap aset dan liabilitas yang berkaitan dengan bisnis perbankan ritel serta manajemen aset atau wealth management dari PT Bank HSBC Indonesia.
Langkah korporasi ini diproyeksikan akan memperkuat posisi OCBC NISP di segmen pengelolaan kekayaan. Selain itu, aksi ini juga merupakan bagian dari strategi besar OCBC Group yang berbasis di Singapura untuk mendorong ekspansi bisnis mereka di Indonesia.
Berdasarkan informasi dari situs resmi OCBC NISP pada Rabu, 6 Mei 2026, perseroan akan mengambil alih portofolio International Wealth and Premier Banking (IWPB) milik HSBC Indonesia. Nilai transaksi ini akan difinalisasi dan diumumkan setelah proses penyelesaian akuisisi.
Portofolio yang akan dialihkan ini mencakup berbagai layanan perbankan. Di antaranya adalah layanan simpanan nasabah, berbagai produk investasi seperti obligasi dan reksa dana, serta produk asuransi. Selain itu, kartu kredit dan pinjaman ritel nasabah juga termasuk dalam aset yang akan diakuisisi.
Transaksi ini diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap kinerja OCBC NISP setelah selesainya proses. Dampak tersebut diharapkan dapat terlihat pada kuartal II tahun 2027, dengan catatan tidak memperhitungkan biaya transaksi satu kali (one-off transaction costs).
Sebagai informasi tambahan, segmen IWPB yang ditawarkan oleh HSBC Indonesia dirancang khusus untuk melayani nasabah kelas atas atau affluent. Layanan ini tidak hanya berfokus pada rekening perbankan semata.
Lebih dari itu, segmen ini juga menyediakan layanan pengelolaan kekayaan atau wealth management. Layanan ini menjangkau lebih dari 336 ribu nasabah yang tersebar di 26 cabang yang dimiliki oleh HSBC Indonesia.
Baca juga: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kecelakaan Maut di Sumsel
Di HSBC Indonesia, nasabah yang ingin mengakses layanan IWPB ini disyaratkan memiliki dana minimal Rp1 miliar. Dengan memenuhi kriteria tersebut, nasabah akan mendapatkan berbagai keuntungan eksklusif.
Keuntungan tersebut meliputi penempatan Relationship Manager (RM) pribadi yang didedikasikan untuk melayani kebutuhan nasabah. Selain itu, nasabah juga akan mendapatkan akses ke layanan global, berbagai benefit lifestyle seperti fasilitas perjalanan, hingga keringanan biaya transaksi yang bahkan bisa gratis.
Keputusan HSBC Indonesia untuk melepaskan segmen wealth and premier banking ini cukup mengejutkan. Hal ini mengingat segmen tersebut merupakan salah satu bisnis inti atau core business bagi HSBC.
Sebelumnya, memang sudah beredar kabar bahwa HSBC Indonesia berencana untuk melepas segmen ritelnya. Langkah ini sejalan dengan rencana bank induknya yang ingin lebih fokus pada nasabah affluent dan mengurangi fokus pada segmen retail mass.
Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) yang akan dialihkan dalam transaksi ini mencapai Rp89,8 triliun. Dana ini terdiri dari investasi nasabah dalam produk obligasi, reksa dana, dan asuransi sebesar Rp58,2 triliun.
Selain itu, porsi simpanan nasabah yang akan dialihkan adalah sebesar Rp31,6 triliun. Sebagai bagian integral dari transaksi ini, portofolio pinjaman ritel kecil atau small retail loans nasabah senilai Rp3,6 triliun juga akan ikut dialihkan.
Penentuan nilai total transaksi didasarkan pada prinsip kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual. Berbagai faktor dipertimbangkan, termasuk prospek bisnis IWPB serta potensi sinergi yang dapat diwujudkan oleh OCBC NISP setelah akuisisi.





