Paviliun Indonesia Borong 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Pameran Asia

oleh -5 Dilihat
Paviliun Indonesia Borong 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Pameran Asia

KabarDermayu.com – Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam Pameran Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 yang diselenggarakan di Singapore Expo, Singapura, pada 21-24 April 2026.

Dalam ajang internasional tersebut, Paviliun Indonesia sukses mengamankan 14 kontrak ekspor dengan total nilai mencapai US$3,17 juta atau setara dengan Rp 54,5 miliar.

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kementerian Perdagangan RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, serta dukungan dari Bank Indonesia (BI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, mengungkapkan bahwa partisipasi Indonesia di FHA 2026 kali ini mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia.

Sebanyak 40 perusahaan produsen dan eksportir skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut serta memamerkan produk unggulan mereka.

Selama empat hari penyelenggaraan pameran, Paviliun Indonesia menarik perhatian lebih dari 6.012 pengunjung.

Produk-produk yang berhasil menarik minat dan menghasilkan kontrak ekspor meliputi madu, produk pertanian, bumbu organik, serta berbagai jenis makanan dan minuman olahan.

Selain 14 kontrak yang telah terealisasi, terdapat pula potensi transaksi senilai US$10,3 juta atau sekitar Rp 177 miliar.

Potensi transaksi tersebut mencakup produk-produk seperti mie instan sehat, camilan organik, produk perikanan, produk susu, aneka rempah, serta beragam produk makanan dan minuman lainnya.

Hotmangaradja menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung UMKM di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Dukungan tersebut mencakup pembinaan, pembiayaan, hingga promosi produk ke pasar ekspor internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menambahkan bahwa FHA 2026 menjadi platform promosi yang berkelanjutan bagi UMKM Indonesia.

Partisipasi ini memberikan kesempatan emas bagi UMKM untuk menembus rantai pasok industri makanan dan minuman, baik di tingkat regional maupun global.

Fajarini menjelaskan bahwa produk makanan dan minuman merupakan salah satu pilar utama industri Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap ekspor nasional dalam lima tahun terakhir.

Tren ekspor produk makanan dan minuman Indonesia menunjukkan kinerja positif, dengan pertumbuhan mencapai 23,35 persen (YoY) pada tahun 2025.

Khusus untuk pasar Singapura, ekspor produk makanan dan minuman Indonesia juga mencatat pertumbuhan yang impresif, yaitu sebesar 23,21 persen (YoY).

Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus mendorong upaya promosi yang berkelanjutan.

Hal ini dilakukan melalui penguatan kerja sama sinergis dengan Bank Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta sektor-sektor terkait lainnya.

Baca juga di sini: BTN Gandeng IDM Tingkatkan Sektor Pariwisata Indonesia

Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang optimal bagi UMKM industri makanan dan minuman Indonesia dalam menembus rantai pasok regional dan global.