KabarDermayu.com – Keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk tidak memanggil bek Borneo FC Samarinda, Komang Teguh Trisnanda, ke dalam skuad persiapan Piala AFF 2026 menuai sorotan. Komang Teguh yang tampil konsisten sepanjang musim ini tidak masuk dalam daftar 23 pemain yang diumumkan menjelang pemusatan latihan.
Dalam daftar pemain yang dirilis, Komang Teguh kalah bersaing dengan beberapa nama lain. Posisi bek tengah diisi oleh Muhammad Ferarri dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, serta duo Dewa United, Brian Fatari dan Wahyu Prasetyo.
Absennya Komang Teguh memang cukup mengejutkan banyak pihak. Pemain berusia 24 tahun asal Bali ini merupakan pilar penting bagi Borneo FC di lini pertahanan. Ia hampir selalu menjadi pilihan utama, dengan catatan 24 penampilan di liga musim ini. Lebih mengesankan lagi, ia mampu menyumbangkan empat gol, sebuah angka yang tergolong tinggi untuk seorang pemain bertahan.
Menanggapi keputusan tersebut, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan komentar yang bernada sindiran. Ia secara terbuka mempertanyakan alasan di balik tidak dipanggilnya Komang Teguh, mengingat performa stabil yang ditunjukkannya.
“Saya minta nomor telepon head coach (John Herdman), mungkin dia salah nomor sehingga tidak memanggil Komang,” ujar Fabio Lefundes kepada awak media usai pertandingan antara Persik melawan Borneo FC pada Kamis, 29 April 2026.
Baca juga di sini: Jual Tiket Chelsea vs AC Milan di GBK Mulai 3 Mei, Ini Caranya
Menurut Fabio Lefundes, statistik Komang Teguh menunjukkan bahwa ia adalah salah satu bek lokal dengan produktivitas terbaik di kompetisi saat ini. Ia juga menilai kemampuan pemainnya itu sangat layak untuk bersaing di level tim nasional.
“Bukan omong kosong, statistik menunjukkan dia salah satu stopper top skor di kompetisi. Menurut saya, di liga saat ini tidak ada satu pun pemain belakang lokal yang punya kemampuan seperti Komang. Bagi saya dia sangat layak, dia bekerja sangat keras dan bagus,” tegas Fabio Lefundes.
Komentar pelatih asal Brasil ini mengindikasikan adanya ketidaksepahaman mengenai penilaian performa pemain. Fabio Lefundes tampak yakin bahwa Komang Teguh memiliki kualitas yang lebih dari cukup untuk membela Timnas Indonesia.
Performa Komang Teguh memang patut diacungi jempol. Selain solid dalam bertahan, ia juga menunjukkan naluri menyerang yang baik dengan kontribusi golnya. Kemampuannya dalam duel udara, ketenangan dalam mengawal lini belakang, serta kemampuannya dalam mendistribusikan bola menjadi aset berharga bagi Borneo FC.
Keputusan tidak dipanggilnya Komang Teguh ini menjadi salah satu poin menarik dalam perbincangan mengenai komposisi skuad Timnas Indonesia jelang turnamen besar seperti Piala AFF. Para pengamat dan penggemar sepak bola tentu memiliki pandangan masing-masing mengenai pemain yang layak mendapatkan panggilan.
Namun, penilaian performa pemain seringkali bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk taktik tim, kebutuhan spesifik pelatih, serta persaingan di dalam skuad itu sendiri. John Herdman sebagai pelatih kepala tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih pemain yang dianggap paling sesuai dengan strateginya.
Meskipun demikian, suara dari pelatih klub yang melihat langsung performa pemainnya setiap hari seperti Fabio Lefundes patut menjadi perhatian. Sindiran yang dilontarkannya bukan sekadar keluhan, melainkan sebuah pembelaan terhadap pemainnya yang ia nilai memiliki kontribusi signifikan.
Absennya Komang Teguh dari skuad Timnas Indonesia kali ini bukan berarti akhir dari segalanya. Jika ia terus menunjukkan performa impresif bersama Borneo FC di sisa kompetisi, bukan tidak mungkin ia akan kembali mendapatkan kesempatan di masa mendatang. Fokus pada peningkatan diri dan konsistensi di level klub akan menjadi kunci utama bagi Komang Teguh untuk membuktikan kualitasnya.
Para penggemar sepak bola Indonesia menantikan bagaimana perkembangan skuad Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan John Herdman. Piala AFF 2026 akan menjadi ujian penting bagi pelatih asal Kanada tersebut untuk membuktikan bahwa pilihannya dalam meracik skuad sudah tepat.
Sementara itu, Komang Teguh sendiri diharapkan dapat tetap menjaga semangat juangnya dan tidak larut dalam kekecewaan. Pengalaman ini bisa menjadi motivasi tambahan baginya untuk terus bekerja keras dan membuktikan bahwa ia layak berada di timnas.





