KabarDermayu.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa wilayah Jakarta Barat memiliki jumlah Rukun Warga (RW) kumuh terbanyak di ibu kota.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa saat ini terdapat 211 RW kumuh di Jakarta. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun 2017 yang mencatat 445 RW kumuh.
Pramono Anung menyampaikan rasa syukurnya atas penurunan tersebut, meskipun tidak mengklaim seluruhnya sebagai hasil dari upaya pemerintahannya saja. Ia menekankan bahwa penurunan ini terjadi di tengah tantangan yang semakin kompleks, termasuk peningkatan jumlah penduduk.
Baca juga: Pramono Anung Kecewa Persija Terpaksa Main di Samarinda Melawan Persib
“Ada penurunan hampir 52 persen lebih, menurut saya sudah hal yang luar biasa dan saya mensyukuri itu,” ungkap Pramono.
Meskipun ada perbaikan, Pramono Anung mengakui bahwa beberapa wilayah masih memerlukan perhatian khusus, terutama daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Ia kembali menegaskan bahwa Jakarta Barat menjadi lokasi dengan konsentrasi RW kumuh tertinggi, diikuti oleh Jakarta Utara.
Kedua wilayah ini akan menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya penanganan permukiman kumuh. “Ada beberapa yang menjadi prioritas RW, terutama di daerah-daerah yang padat penduduk, yang paling banyak adalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Itu yang akan mendapatkan perhatian,” jelas Pramono.
Pramono Anung merinci lebih lanjut mengenai kondisi di Jakarta Barat. Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh RW di beberapa kelurahan di wilayah tersebut masih menunjukkan indikasi kekumuhan. “Barat paling banyak. Dan itu memang di lapangannya hampir semua RW rasa, hampir semua Kelurahan. Saya sudah keliling dari 267, memang beberapa itu di Barat, terutama misalnya lah di Tambora, dan sebagainya. Nanti kami akan turun untuk itu,” pungkasnya.





