Tabrakan Maut KRL dan KA Argo Bromo: Penyebab Taksi Green SM Berhenti di Lintasan Rel

by -3 Views
Tabrakan Maut KRL dan KA Argo Bromo: Penyebab Taksi Green SM Berhenti di Lintasan Rel

KabarDermayu.com – Insiden tragis tabrakan antara Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, perlahan mulai mengungkap tabir penyebabnya.

Kecelakaan yang merenggut nyawa 15 orang ini diduga dipicu oleh kejadian sebelumnya, yakni sebuah taksi listrik Green SM yang mendadak berhenti di atas rel kereta api.

Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa kendaraan taksi listrik tersebut mengalami gangguan kelistrikan saat melintas di perlintasan Ampera.

“Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera,” ujar Sandhi kepada wartawan pada Rabu, 29 April 2026.

Situasi menjadi genting ketika taksi yang mogok tersebut menghalangi jalur kereta api. Di saat yang bersamaan, KRL dari arah yang berlawanan masih tertahan di stasiun.

Baca juga di sini: Fakta Mengejutkan Tabrakan Maut KRL dan KA Argo Bromo di Perlintasan 'Ilegal

Kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah lain tidak dapat menghindari tabrakan dengan taksi yang terparkir di lintasan.

Benturan keras tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, namun juga menyebabkan gangguan signifikan pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.

Sopir taksi dilaporkan selamat meskipun sempat terserempet kereta. Ia kini telah diamankan oleh Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait insiden ini.

Sebelumnya, pihak perusahaan taksi listrik, Green SM Indonesia, telah merilis pernyataan resmi terkait insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Beredar kabar bahwa kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line dipicu oleh taksi listrik hijau yang lebih dulu mengalami kecelakaan di perlintasan.

Dalam pernyataan resmi kedua mereka yang dirilis pada Selasa, 28 April 2026, perusahaan menyampaikan duka mendalam dan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” demikian kutipan dari keterangan resmi mereka yang diunggah di akun Instagram resminya pada Selasa, 28 April 2026.

Jumlah korban tewas dalam tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, tercatat bertambah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menyatakan bahwa total korban meninggal dunia mencapai 15 orang.

“(Korban) Meninggal 15 (orang),” kata Budi Hermanto pada Selasa, 28 April 2026.