Daftar Pekerjaan Bergaji Tinggi yang Terkena PHK Massal

oleh -10 Dilihat
Daftar Pekerjaan Bergaji Tinggi yang Terkena PHK Massal

KabarDermayu.com – Perubahan lanskap dunia kerja global tengah berlangsung pesat. Kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), telah secara fundamental mengubah cara perusahaan beroperasi dan mengelola sumber daya manusianya.

Banyak profesi yang dulunya dianggap sangat stabil dan menawarkan kompensasi finansial yang menggiurkan kini mulai menghadapi tantangan signifikan. Efisiensi yang didorong oleh teknologi menjadi penyebab utama pergeseran ini.

Fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam skala besar tidak lagi terbatas pada sektor manufaktur atau pekerjaan dengan tingkat teknis rendah. Kini, gelombang PHK tersebut telah merambah ke berbagai profesi profesional yang dikenal memiliki gaji tinggi.

Berdasarkan laporan dari The Economic Times yang dirilis pada Jumat, 15 Mei 2026, beberapa pekerjaan bergaji tinggi yang kini rentan terhadap PHK di berbagai perusahaan di seluruh dunia antara lain:

1. Software Engineer atau Pengembang Perangkat Lunak

Selama bertahun-tahun, profesi ini menjadi salah satu yang paling diminati dan menawarkan gaji tertinggi di industri teknologi. Namun, gelombang PHK terbaru menunjukkan bahwa posisi software engineer justru menjadi salah satu yang paling terdampak.

Perusahaan teknologi besar melakukan restrukturisasi dan efisiensi karena banyak tugas pengkodean dasar kini dapat dibantu secara signifikan oleh AI. Hal ini menyebabkan penurunan kebutuhan akan tenaga engineer, terutama pada level junior hingga menengah. Perusahaan kini cenderung memilih tim yang lebih kecil namun memiliki spesialisasi tinggi.

2. Data Analyst dan Data Scientist

Profesi yang berfokus pada analisis dan pengolahan data juga mengalami tekanan yang cukup besar. Meskipun peran ini tetap esensial, banyak perusahaan mulai mengurangi jumlah analis data.

Sebagian besar tugas analisis data, seperti pengolahan data sederhana, visualisasi, dan penyusunan laporan rutin, kini dapat diotomatisasi oleh sistem berbasis AI. Akibatnya, posisi entry level hingga mid level di bidang ini menjadi lebih rentan terhadap PHK.

3. IT Support dan Technical Support

Secara historis, divisi IT support memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan. Namun, tren saat ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan mulai menggantikan sebagian besar fungsi ini dengan penggunaan chatbot dan sistem dukungan otomatis.

Beberapa perusahaan teknologi global bahkan telah melakukan restrukturisasi besar-besaran, memangkas ribuan posisi support. Peran yang masih dipertahankan umumnya adalah yang memiliki kompleksitas tinggi dan bersifat strategis.

Baca juga: Survei Ungkap Alasan Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia

4. Product Manager di Industri Teknologi

Posisi product manager merupakan salah satu jabatan bergaji tinggi karena perannya yang krusial dalam pengembangan produk digital. Namun, tren terbaru mengindikasikan bahwa beberapa perusahaan mulai mengurangi jumlah product manager.

Proses pengembangan produk kini semakin banyak dibantu oleh AI dan berbagai tools otomatis. Hal ini memungkinkan struktur tim menjadi lebih ramping dan efisien, sehingga mengurangi kebutuhan akan jumlah product manager.

5. Pekerjaan di Bidang Keuangan dan Back Office

Profesi di sektor keuangan, seperti analis keuangan, akuntan korporasi, hingga staf back office, juga mulai merasakan dampak perubahan ini. Banyak proses administratif dan analisis dasar yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia kini dapat dilakukan oleh sistem otomatis dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Perusahaan-perusahaan keuangan global gencar melakukan efisiensi untuk menekan biaya operasional. Implikasinya, jumlah tenaga kerja di bidang ini turut mengalami pengurangan.

6. Marketing Digital dan Content Specialist

Sektor pemasaran digital juga tidak luput dari pengaruh perubahan ini. Profesi seperti copywriter, spesialis SEO, hingga strategis konten kini menghadapi persaingan ketat dengan AI generatif yang mampu menghasilkan konten secara cepat.

Meskipun kreativitas manusia tetap menjadi aset berharga, banyak perusahaan mulai mengurangi ukuran tim konten mereka. Mereka cenderung mengandalkan AI untuk tugas-tugas dasar seperti penulisan artikel ringan dan analisis kampanye pemasaran.

Perubahan signifikan di dunia kerja ini menggarisbawahi bahwa tidak semua profesi bergaji tinggi kebal dari ancaman PHK. Justru, banyak pekerjaan profesional yang kini terdampak akibat otomatisasi dan efisiensi yang didorong oleh AI.

Bagi individu yang berkarir di sektor teknologi, keuangan, atau digital, adaptasi menjadi kunci utama untuk bertahan. Penguasaan keterampilan baru, terutama yang berkaitan dengan AI, analisis data mendalam, dan strategi digital tingkat lanjut, akan menjadi penentu utama untuk tetap relevan di pasar kerja yang semakin kompetitif ini.