KabarDermayu.com – Perayaan Dies Natalis ke-18 Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) menjadi momentum bersejarah yang menandai kedewasaan institusi pendidikan vokasi tersebut dalam kancah nasional.
Acara yang berlangsung khidmat di Gedung Student Center (GSC) lantai 7 ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial, melainkan menjadi panggung bagi pemikiran strategis mengenai masa depan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.
Puncak acara dimeriahkan dengan kehadiran Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof. Agung Dhamar Syakti, yang didaulat untuk menyampaikan orasi ilmiah bertema pentingnya transformasi riset dalam ekosistem pendidikan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Agung menekankan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak lagi bisa bekerja di dalam menara gading. Ia menyerukan perlunya revolusi riset yang bersifat kolaboratif untuk menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.
Revolusi Riset: Dari Teori Menuju Solusi Aplikatif
Prof. Agung Dhamar Syakti menyoroti bahwa riset di lingkungan politeknik harus memiliki karakteristik yang berbeda dengan universitas riset pada umumnya. Riset vokasi, menurutnya, harus lebih dekat dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Ia mendorong para akademisi di Polindra untuk meninggalkan pola riset konvensional yang hanya berakhir di lemari perpustakaan. Sebaliknya, hasil penelitian harus menjadi solusi nyata bagi permasalahan teknis yang dihadapi sektor industri di wilayah Indramayu dan sekitarnya.
“Revolusi riset bukan sekadar menambah jumlah publikasi, melainkan bagaimana hasil inovasi tersebut dapat diimplementasikan dalam skala industri dan memberikan dampak ekonomi serta sosial yang terukur,” ujar Prof. Agung dalam pidatonya.
Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor
Salah satu poin krusial yang disampaikan oleh Rektor UMRAH tersebut adalah pentingnya sinergi. Ia menekankan bahwa tantangan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan digitalisasi ekonomi, tidak mungkin diselesaikan secara parsial oleh satu institusi saja.
Kolaborasi yang ia maksud mencakup beberapa aspek utama:
- Integrasi riset antara institusi pendidikan vokasi dengan pelaku industri (Dunia Usaha dan Dunia Industri).
- Pemanfaatan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan efisiensi produksi di tingkat UMKM.
- Penguatan kemitraan strategis antar perguruan tinggi untuk berbagi sumber daya riset dan laboratorium.
- Peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam proyek riset terapan sejak dini untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah.
Membangun Ekosistem Inovasi di Indramayu
Usia 18 tahun bagi sebuah politeknik merupakan fase transisi menuju kematangan. Polindra dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mengingat Indramayu memiliki potensi besar di sektor maritim, pertanian, dan energi.
Prof. Agung memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Polindra selama hampir dua dekade ini. Ia berharap momentum Dies Natalis ini menjadi titik balik bagi Polindra untuk lebih agresif dalam menciptakan inovasi yang memiliki nilai komersial.
Pendidikan vokasi adalah kunci kemandirian bangsa. Jika Polindra mampu mengintegrasikan riset kolaboratif dengan kebutuhan pasar, maka lulusannya tidak hanya akan menjadi tenaga kerja, tetapi juga menjadi inovator yang menciptakan lapangan kerja baru.
Menatap Masa Depan Polindra
Senada dengan orasi tersebut, jajaran pimpinan Polindra menyatakan komitmennya untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak. Dies Natalis ke-18 ini menjadi simbol kesiapan institusi untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) di tingkat nasional.
Acara perayaan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari dunia industri, pemerintah daerah, serta para alumni yang telah tersebar di berbagai sektor. Kehadiran berbagai elemen ini membuktikan bahwa Polindra telah berhasil membangun jembatan antara dunia pendidikan dan realitas kebutuhan lapangan kerja.
Dengan semangat revolusi riset yang digaungkan oleh Prof. Agung Dhamar Syakti, Polindra diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi yang tidak hanya diakui secara akademis, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Langkah nyata setelah Dies Natalis ini diprediksi akan menjadi babak baru bagi Polindra dalam memperkuat kontribusinya bagi kemajuan pendidikan vokasi di tanah air, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan yang penuh ketidakpastian.





