KabarDermayu.com – Kondisi jembatan darurat yang terletak di area persawahan Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, kini menjadi pusat perhatian. Infrastruktur yang selama ini menjadi akses vital bagi warga tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, namun tetap dipaksa beroperasi demi menunjang aktivitas harian masyarakat setempat.
Persoalan ini mencuat saat Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Wardah, melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2026 di Desa Mekarjati pada Kamis (16/7/2026). Kehadiran legislator dari Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluh kesah secara langsung.
Kegiatan reses yang berlangsung di lima titik wilayah Kecamatan Haurgeulis tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga kelompok perempuan. Bagi warga, momen ini dianggap krusial agar kebutuhan pembangunan di wilayah mereka bisa mendapatkan prioritas dari pemerintah daerah.
Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif, warga menyampaikan sejumlah aspirasi mendesak. Beberapa poin utama yang disuarakan meliputi perbaikan jalan lingkungan, kebutuhan normalisasi drainase, penanganan infrastruktur jembatan yang lebih representatif, hingga kendala terkait akses layanan BPJS Kesehatan.
Wardah, yang merupakan politisi dari Fraksi Partai Golkar, menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional bagi setiap wakil rakyat. Tujuannya adalah untuk menjaring aspirasi langsung dari akar rumput, yang nantinya akan diperjuangkan agar masuk ke dalam program pembangunan daerah.
“Kehadiran saya di Desa Mekarjati merupakan bagian dari tugas sebagai wakil rakyat untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Seluruh usulan yang disampaikan akan kami inventarisasi dan diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Wardah.
Lebih lanjut, Wardah menjelaskan bahwa setiap usulan dari masyarakat akan melalui proses pengkajian yang ketat. Penentuan skala prioritas akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah serta ketersediaan anggaran, sehingga setiap kebijakan yang diambil nantinya benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Usai memaparkan pandangannya, Wardah menyempatkan diri untuk meninjau langsung lokasi jembatan darurat di area persawahan. Ia mengamati bahwa infrastruktur tersebut memang sudah sangat mendesak untuk mendapatkan perhatian khusus karena perannya yang krusial bagi para petani dan warga dalam mobilitas sehari-hari.
Terkait kondisi jembatan tersebut, Wardah berkomitmen untuk mengawal aspirasi warga ke dalam pembahasan di tingkat DPRD. Ia berharap agar persoalan infrastruktur ini dapat segera masuk dalam agenda pembangunan di masa mendatang.
“Saya sudah melihat langsung kondisi jembatan ini. Aspirasi masyarakat mengenai infrastruktur akan kami pelajari dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat menjadi perhatian dalam pembahasan pembangunan ke depan,” tambahnya.
Di akhir kunjungannya, Wardah memberikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat yang berani menyampaikan masukan secara transparan. Ia meyakini bahwa pembangunan di Kabupaten Indramayu akan berjalan lebih optimal apabila disusun berdasarkan kebutuhan riil yang disampaikan langsung oleh masyarakat di lapangan.
Bagi warga Desa Mekarjati, aspirasi yang disampaikan bukan sekadar formalitas. Mereka berharap agar perbaikan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan segera terealisasi guna menunjang kelancaran aktivitas ekonomi serta kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.





